Kompetisi Perebutkan Jabatan Kepala Inspektorat Boyolali Berlangsung Ketat

ilustrasi mutasi pejabat. (Solopos/Dok)
16 Maret 2019 01:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Panitia seleksi (pansel) lelang jabatan eselon II Boyolali merilis tiga nama yang lolos uji kompetensi pada masing-masing lowongan.

Untuk posisi Kepala Inspektorat yang lolos uji kompetensi ada Agnes Sri Surartiningsih (Kabag Hukum Setda), Insan Adi Asmono (Camat Cepogo), dan M. Arief Wardianta (Kabag Organisasi). Posisi Kepala Dinas Sosial ada Ahmad Gojali (Dekretaris Dinas Lingkungan Hidup), Jaka Diyana (Sekretaris Bappeda), dan Sri Hanung Marhendra (Camat Nogosari).

Sedangkan posisi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) ada Binasih Setyono (Kabag Perekonomian), Marjono (Camat Boyolali) dan Siti Askariyah (Camat Ampel).

Ketua pansel, Anwar Hamdani, mengatakan dalam uji kompetensi yang dilakukan beberapa waktu lalu bekerja sama dengan LPPM UNS Solo, persaingan ketat antarpeserta terjadi pada posisi Kepala Inspektorat. “Posisi Inspektur paling ketat, dalam arti perolehan nilai peserta sangat tipis selisihnya antara satu dengan lainnya,” ujarnya kepada Solopos.com, Jumat (15/3/2019).

Selanjutnya peserta yang lolos ini akan menjalani tahap berikutnya yakni tes kesehatan. Anwar mengatakan Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) Boyolali ditunjuk melaksanakan tes tersebut. Selain itu, pansel juga akan melakukan kunjungan ke rumah (home visit) masing-masing peserta untuk mengetahui kondisi dan keseharian mereka.

Sementara itu, saat dimintai komentar mengenai proses seleksi ini, sebagian menyatakan sudah mempersiapkan setiap tahapannya. “Proses seleksi melalui lima tahap sehingga memang memerlukan waktu yang relatif panjang. Di satu sisi kelihatan melelahkan, tapi di sisi lain positifnya bisa lebih mempersiapkan diri untuk tahapan berikutnya,” ujar Ahmad Gojali.

Sementara itu Arief Wardianta mengatakan semua peserta memiliki kapasitas dan kapabilitas yang baik, termasuk kelebihan dan kekurangannya. “Untuk peserta saya kira semuanya baik di semua posisi lowongan. Semua juga punya kapasitas dan kapabilitas yang baik dan pasti ada kelebihan dan kekurangan,” ujarnya.

Sedangkan Binasih menilai ikut bersaing menjadi peserta lelang tebuka jabatan ini sekaligus sebagai alat ukur diri. “Kami malah senang bisa sekaligus mengetahui tingkat kemampuan diri kami. Peserta lain juga tidak saya anggap sebagai rival tetapi sebagai teman. Siapa pun jadi nanti adalah yang terbaik di antara kami,” kata Binasih.