Legawa Dikalahkan, Cakades Jonggrangan Klaten Pasang Baliho Ucapan Selamat Kepada Pemenang

Salah satu cakades Jonggrangan, Klaten Utara, Muhammad Ismail, memasang baliho ucapan selamat kepada cakades pemenang, Sunarno, di Dukuh Jonggrangan, Kamis (14/3/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
16 Maret 2019 06:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Calon Kepala Desa (Cakades) Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Muhammad Ismail, memasang baliho ucapan selamat kepada rivalnya yang memenangi Pilkades, Rabu (13/3/2019) lalu.

Hal itu dilakukan Ismail sebagai ekspresi legawa menerima hasil Pilkades tersebut. Baliho ucapan selamat dipasang di wilayah Dukuh Jonggrangan tempat tinggal Sunarno, petahana yang menjadi rivalnya saat pilkades. Baliho dipasang Ismail bersama tim suksesnya pada Rabu malam atau setelah penghitungan suara berakhir.

Ditemui di rumahnya, Ismail tak menunjukkan ekspresi kekecewaan. Ia justru sering tersenyum dan tertawa lepas saat menceritakan pengalamannya selama berkompetisi mendapatkan simpati warga Jonggrangan.

Ismail menuturkan niatan maju sebagai cakades ada sejak pertengahan Januari 2019. Saat itu, belum ada warga yang siap menjadi cakades dan bertarung dengan petahana yang sudah dua periode menjabat.

"Akhirnya teman-teman mendorong saya maju. Karena tidak ada yang lain, akhirnya saya bersedia," kata Ismail saat ditemui di rumahnya Dukuh Jampen, Kamis (14/3/2019).

Warga yang mengusungnya pun membentuk tim sukses. Sebagai mantan Komisioner KPU Klaten yang sudah dua periode mengabdi, Ismail melarang timnya melakukan money politics seperti yang kerap ia kampanyekan saat menjadi komisioner KPU.

"Sejak awal prinsipnya menjadikan pemimpin tanpa duit. Saya sudah berpikir risiko akan sulit karena karakter masyarakat tak hanya di Jonggrangan tetapi hampir di semua daerah masih identik dengan money politics saat pemilihan," jelas dia.

Untuk menyosialisasikan sosok Ismail, tim sukses mulai bergerak dari rumah ke rumah warga Jonggrangan. Hal itu termasuk Ismail yang menyambangi berbagai perkumpulan warga.

Untuk mendapat simpati warga, Ismail menyiapkan program yang akan digulirkan jika terpilih menjadi Kades. Salah satu program andalannya yakni membentuk lumbung harta atau baitul mal sebagai tempat bagi warga menyalurkan zakat mereka.

Selain warga, salah satu sumber pemasukan lumbung harta berasal dari hasil panen atau sewa tanah bengkok kades. "Seratus persen hasil dari lungguh kades digunakan untuk baitul mal, membantu masyarakat ekonomi lemah di Jonggrangan. Dari program itu banyak yang setuju," tutur dia.

Ismail tak menampik selama sosialisasi hingga kampanye tak selalu berjalan mulus. Sejumlah poster bergambar dirinya rusak. Timnya tak tinggal diam, mereka urunan membuat atribut yang sama dan memasangnya kembali.

Timnya terus bergerak menggelar sosialisasi kepada warga. "H-1 itu dari hitung-hitungan 50 persen lebih warga mendukung saya," jelas Ismail.

Hari pemilihan tiba. Ismail pun harus menerima kekalahan setelah mendapat 593 suara. Sementara Sunarno mendapatkan 1.779 suara dan menjadi cakades terpilih.

Meski kalah, Ismail dan tim suksesnya menggelar pengajian sebagai bentuk syukuran bersama para pendukungnya. Ia meminta agar semua pendukungnya legawa menerima hasil pilkades.

Seusai syukuran, Ismail bersama pendukungnya memasang baliho ucapan selamat. "Kami menerima hasil dan tidak melakukan apa pun. Kecewa itu ada tetapi jangan berlarut-larut," jelas dia.

Soal dana yang sudah dikeluarkan, Ismail mengaku dana pribadi yang ia keluarkan hanya untuk hidangan ketika pendukungnya berdatangan ke rumahnya. Sementara dana untuk sosialisasi seperti mengumpulkan warga hingga memasang atribut kampanye berasal dari sumbangan pendukungnya.

Bahkan, dari hasil sumbangan itu, tim sukses Ismail masih memiliki sisa uang Rp12,5 juta meski Pilkades sudah rampung. "Tentu nanti tetap digunakan untuk hal yang bermanfaat bagi orang banyak. Mungkin saja menggelar pengajian syukuran kembali," tutur dia.

Soal baliho ucapan selamat yang ia pasang, Ismail menjelaskan hal itu dilakukan sebagai bentuk ekspresi timnya legawa menerima hasil pilkades. "Saya cakades mengajak bersifat kesatria dan legawa. Mungkin menyakitkan tetapi tidak perlu gelani. Semua ada hikmahnya. Kami memang kalah di pertarungan secara lahir tetapi bisa menunjukkan kemenangan secara batiniah," jelas dia.

Cakades Jonggrangan terpilih, Sunarno, mengatakan Pilkades Jonggrangan berjalan tertib. "Warga kami antusias sekali dalam pilkades ini. Yang hadir 2.401orang. Ini rekor karena biasanya pada kisaran 2.200-an orang," urai dia.

Soal program yang digulirkan pada periode kali ini, Sunarno menjelaskan melanjutkan program yang sudah ia gulirkan. "Program yang utama membentuk karakter warga lebih baik. Kami akan mengadakan pelatihan kewirausahaan dan pembangunan fisik tetap ada," urai dia.

Disinggung soal rivalnya, Sunarno mengapresiasi sikap legawa Ismail. "Berjiwa besar dan saya pribadi salut," urai dia.