Patung Kanjeng Ratu Kencana Sari Wonogiri akan Diganti Tugu Adipura

Patung Kanjeng Ratu Kencana Sari di Kecamatan Selogiri, Wonogiri, yang rencananya diganti dengan tugu Adipura. Foto diambil Februari 2019 lalu. - Rudi Hartono
16 Maret 2019 08:00 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyiapkan dana Rp1,3 miliar untuk membangun tugu Adipura di Kecamatan Selogiri. Tugu itu akan dibangun menggantikan patung Kanjeng Ratu Kencana Sari di dekat Terminal Giri Adipura.

Hal itu mengemuka dalam rapat pembahasan lokasi rencana pembangunan tugu Adipura di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri, Kamis (14/3). Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri, Bambang Haryadi, mengatakan tugu Adipura itu dibangun untuk menandai pencapaian penghargaan Adipura oleh Wonogiri selama tiga tahun berturut-turut. Ada dua lokasi ditawarkan untuk pembangunan tugu itu, yakni Patung Macan di persimpangan Nambangan dan Patung Kanjeng Ratu Kencana Sari. Namun, pilihan jatuh kepada patung Kanjeng Ratu Kencana Sari karena sekaligus sebagai pintu masuk Kota Wonogiri. “Dengan tugu ini diharapkan bisa membangun motivasi masyarakat untuk tetap menjaga dan meningkatkan kebersihan kota kecil Wonogiri. Sebab, penghargaan Adipura diberikan setiap tahun,” kata dia di sela-sela rapat.

Rencana pembangunan tugu Adipura itu mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh masyarakat Wonogiri salah satunya Pranoto. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Wonogiri itu sepakat dengan penggantian dua patung itu. “Pendirian patung untuk mematrikan suatu prestasi enggak apa-apa. Tapi untuk sesuatu yang tidak punya nilai sejarah atau keistimewaan silakan kalau dibongkar. Saya setuju saja,” ujar dia.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Wonogiri, Fredy Sasono, menyambut positif rencana pembangunan tugu Adipura. Ia juga siap memindahkan patung Kanjeng Ratu Kencana Sari ke lokasi lain yang representatif. Namun, ia berharap anggaran untuk pembongkaran, pemindahan, dan peletakan kembali patung itu diperhatikan. “Kami siap menampung kedua patung itu kalau mau dibongkar. Tapi mohon biaya bongkar, pindah, dan pasang, sudah disiapkan,” ujar dia.

Tanggapan juga datang dari budayawan Wonogiri, Mulyanto. Ia sependapat dengan rencana pembangunan tugu Adipura. Namun, ia berpesan agar tugu yang dibangun bisa memberikan daya tarik bagi masyarakat. Ia mencontohkan di dekat patung Kanjeng Ratu Kencana Sari itu ada monumen wayang. Para perantau yang datang naik bus menjadikan monumen wayang itu sebagai tanda ia telah masuk wilayah Krisak.

“Orang yang melihat monumen itu selalu merasa melihat pertunjukan wayang betulan. Maka orang-orang di bus itu selalu bilang, ‘Ayo nonton wayang’. Dari segi artistik, monumen itu bisa mendorong orang buat datang ke sana. Harapannya tugu yang baru juga nanti seperti itu,” terang Mulyanto.