Sisir Jalan Solo-Jogja, Tim Gabungan Bawaslu Klaten Pereteli Hampir 1.000 APK 

Ilustrasi penertiban alat peraga kampanye. (Antara/Yusuf N.)
17 Maret 2019 14:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Tim gabungan di bawah koordinasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten mempereteli alat peraga kampanye (APK) yang dipasang pelaksana kampanye tanpa memperhatikan raturan, Jumat-Sabtu (15-16/3/2019).

Pembersihan APK tersebut menjangkau sepanjang jalan Solo-Jogja dan seluruh kecamatan di Kabupaten Bersinar. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, tim gabungan yang terlibat dalam pembersihan APK, yakni Bawaslu Klaten, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Klaten, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten.

Pembersihan APK di Kecamatan Karanganom dan Kecamatan Kalikotes berlangsung Sabtu (16/3/2019). Sedangkan pembersihan APK yang melanggar ketentuan di sepanjang jalan Solo-Jogja dan kecamatan lain berlangsung sejak Jumat (15/3/2019).

“Total APK yang dipereteli mencapai 976 [terdiri dari spanduk, baliho, dan lain sebagainya]. APK yang dipasang tanpa memperhatikan ketentuan itu kami simpan di kantor Bawaslu Klaten,” kata anggota Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Bawaslu Klaten, Dina Nurhidayati, kepada Solopos.com, Sabtu.

Dina Nurhidayati mengatakan pembersihan APK di seluruh daerah di Klaten itu dilandasi banyaknya pemasangan APK yang melanggar ketentuan sekaligus tidak memperhatikan unsur keindahan, kerapian, dan keselamatan.

Di samping itu, pemasangan APK perlu mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan. “APK yang dipereteli itu berada di pohon di tepi jalan, di rambu lalu lintas, di tiang listrik dan tiang kabel telepon, pagar, dan jembatan. Saat pembersihan dibagi menjadi beberapa tim. Saya pribadi fokus di arah timur, yakni dari Klaten Tengah, Klaten Utara, Ceper, Delanggu,” katanya.

Hal senada dijelaskan Kordiv Hukum Data dan Informasi Bawaslu Klaten, Azib Triyanto. Saat berlangsung pembersihan APK yang dinilai melanggar ketentuan, Azib fokus membersihkan APK arah Klaten kota menuju ke Prambanan.

“Saat pembersihan APK itu [Jumat, 15/3/2019] sempat turun hujan. Akhirnya tim berhenti sejenak. Hasil yang diperoleh [APK yang dipereteli] lumayan banyak. Semuanya dibawa ke kantor,” katanya.