Dengan Hati-Hati, Joglo Sriwedari Solo Mulai Dibongkar

Pekerja mulai membongkar bangunan joglo di Taman Sriwedari, Solo, Senin (18/3/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
18 Maret 2019 20:15 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satu-persatu bagian dari bangunan berbentuk joglo di Taman Sriwedari itu mulai dibongkar, Senin (18/3/2019). Pembongkaran dilakukan karena bekas banggunan yang dikenal dengan nama Joglo Sriwedari itu akan digunakan untuk saluran drainase Taman Sriwedari.

Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, mengatakan Joglo Sriwedari mulai dibongkar setelah arus listrik di bangunan itu diputus. Bagian joglo yang bisa dijual setelah dibongkar akan dilelang.

Pembongkaran dilakukan dengan hati-hati. Genting-genting joglo dicopoti secara manual tanpa menggunakan alat berat untuk merobohkan. "Kami mengawali pembongkaran Joglo Sriwedari dari bagian genting depan joglo. Nanti bisa dilelang setelah joglo dicopoti semua. Sebelum lelang kami taksir dulu ini semuanya dapat dijual dengan harga berapa, ya tapi setelah diturunkan. Nanti yang bisa dilelang akan dilelang," ujar Hasta sebelum pembongkaran, Senin.

Pembongkaran baru dapat dilakukan setelah semua listrik di joglo tersebut dimatikan agar tidak membahayakan pekerja. Pembongkaran tidak bisa diselesaikan dalam waktu sehari. Dibutuhkan sekitar beberapa hari sampai joglo selesai dibongkar.

Bangunan-bangunan di sekitar joglo juga akan dibongkar semua. "Warga atau masyarakat umum sudah tidak boleh lagi masuk karena sudah ada peringatan perobohan di depan gerbang menuju Joglo Sriwedari. Patung di depan joglo ini nanti juga bakalan diambil dan disimpan dahulu. Tapi nanti akan dipasang lagi," jelas Hasta.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo, Enike Novida Andraini, mengatakan telah menyiapkan tenaga untuk membongkar bangunan tersebut. Dinas PUPR juga akan mengerahkan satu mobil skywalker yang dapat membantu pekerja naik ke atap dan mengambil genting.

"Ini lagi menunggu mobilnya sama orangnya. Baru berangkat ke sini," ujar Enike.

Sementara itu, Kasubdit Pengelolaan Tanah dan Aset Daerah Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Solo, Yoyok Darmoko, menjelaskan proses lelang dapat dilakukan setelah semua bagian-bagian joglo diturunkan.

Setelahnya baru akan ada rekap aset yang dapat dijual dengan cara lelang. Lelang juga tidak harus dilakukan cepat-cepat. Hal itu dikarenakan yang perlu dilelang benda-benda yang memiliki nilai ekonomis.

Pantauan Solopos.com, Joglo Sriwedari mulai diambil genting-gentingnya pukul 12.00 WIB. Pembongkaran harus menunggu karena hingga pukul 11.00 WIB, ketika tim dari Dinas Kebudayaan, Dinas PUPR, DLH, BPPKAD, Satpol PP, dan Polsek Laweyan datang, listrik di joglo masih menyala. Hal itu bisa membahayakan pekerja pembongkaran joglo.