22 TPS Pemilu 2019 Solo Rawan Bermasalah, Serengan Paling Banyak

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
18 Maret 2019 22:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Polresta Surakarta memetakan ada 22 tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk kategori rawan bermasalah saat hari pencoblosan Pemilu 2019, 17 April nanti.

Dari jumlah tersebut, paling banyak berada di Kecamatan Serengan yakni 11 TPS. Sisanya tersebar di kecamatan lain.

Kabag Ops Polresta Surakarta, Kompol Ketut Sukarda, saar ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (18/3/2019), mengatakan ada tiga kategori pemetaan yang dilakukan Polresta yakni kurang rawan, rawan, dan sangat rawan.

Pertimbangan klasifikasi itu berdasar berbagai faktor seperti dominasi pendukung dan potensi rawan tindak kriminalitas di lokasi itu. “Di lokasi rawan akan kami lakukan pengamanan lebih dengan personel pengendali massa khusus dari Satuan Sabhara Polresta, Brimob yang akan mobile dengan BKO Sat Dalmas dan Sat Brimob Polda Jateng. Lokasi yang masuk kategori sangat rawan tidak ada, maksimal masuk dalam kategori rawan,” ujarnya.

Menurutnya, di Kecamatan Serengan terdapat 11 TPS rawan yang merupakan jumlah terbanyak. Sedangkan seluruh TPS di Kecamatan Banjarsari terbebas dari kategori rawan atau masuk dalam kategori kurang rawan.

Lantas Kecamatan Laweyan ada dua TPS kategori rawan, Kecamatan Pasar Kliwon ada 8 TPS rawan, dan Kecamatan Jebres satu TPS rawan.

Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai, mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, mengatakan personel telah dilatih untuk menyikapi dinamika Pemilu dalam pelatihan Sispam Kota yang digelar beberapa waktu lalu. Pelatihan itu telah diaplikasikan hingga saat ini dalam menyambut pemilu.

Ia menegaskan pemetaan TPS telah diklasifikasikan dengan mempertimbangkan lingkungan sekitar, pemicu konflik, kefanatikan, dan potensi pelanggaran pemilu yang ada di lokasi itu.

Selain itu, hasil koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan hasil laporan dari tim intelijen. Lokasi yang masuk dalam kategori kurang rawan atau aman satu orang personel Polri bertanggung jawab mengawasi delapan lokasi TPS.

Namun, di lokasi kategori rawan seorang anggota Polri hanya mengawasi empat TPS. Seorang anggota itu berkewajiban untuk mobile di lokasi yang telah ditentukan.

Ia optimistis dalam pengamanan Pemilu mulai tahapan kampanye terbuka hingga Pemilu usai. Ia mengaku selalu menekankan kepada personelnya untuk selalu siap bertugas dan sigap menyikapi situasi apa pun.