Sudah Diperbaiki, Oprit Jembatan Tanggan Sragen Ambles Lagi

Truk pengangkut sampah berpelat merah melintas di jalan gelombang saat melintas di Jembatan Tanggan, Gesi, Sragen, Senin (18/3/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
18 Maret 2019 17:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah diperbaiki beberapa waktu lalu, oprit atau timbunan tanah yang menghubungkan jalan dengan badan Jembatan Tanggan, Gesi, Sragen, kembali ambles sejak dua pekan lalu.

Amblesnya oprit tersebut mengakibatkan jalan bergelombang sedalam hampir 20 sentimeter dan jalan beraspal di atas oprit menjadi retak. Oprit yang ambles itu menjadi keluhan warga yang melintas di jembatan itu, khususnya warga Sapen dan Tanggan.

Bayan Sapen, Sukarno, 47, saat ditemui wartawan di Jembatan Tanggan, Senin (18/3/2019), menjelaskan oprit yang ambles mengakibatkan jalan bergelombang dan berdampak pada potensi kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Beberapa waktu lalu, oprit ini sudah ambles kemudian diperbaiki. Sejak dua pekan lalu ambles lagi. Selama ini sudah ada warga yang jatuh akibat lewat jalan bergelombang ini tetapi hanya lecet-lecet. Warga meminta jalan bergelombang ini diperbaiki agar gelombangnya tidak semakin dalam,” ujarnya.

Sukarno berencana memasang rambu-rambu sederhana agar pengguna jalan lebih berhati-hati. Dia mengatakan kalau siang masih bisa kelihatan tetapi saat malam hari tidak kelihatan sehingga rawan kecelakaan.

Sukarno mengungkapkan kondisi Jembatan Tanggan itu sudah dilaporkan atas nama Pemerintah Desa Tanggan kepada Pemerintah Kecamatan Gesi dan diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Sragen, Albert Pramono Soesanto, saat dihubungi Solopos.com, Senin siang, mengaku belum mendapat laporan tentang amblesnya oprit Jembatan Tanggan. Albert berencana untuk mengecek lokasi tersebut.

Dia mengatakan proyek Jembatan Tanggan dilaksanakan CV Budhi Manunggal dan sudah serah terima pertama pada 19 September 2018. Dia menjelaskan proyek itu masih dalam masa pemeliharaan oleh rekanan karena masa pemeliharaan itu diatur 240 hari kalender.

“Sepertinya tanahnya yang ambles karena hujan. Kami segera cek,” ujarnya.

Jembatan Tanggan memiliki panjang 20 meter dan lebar 6 meter. Proyek jembatan itu menelan anggaran Rp1,5 miliar.