Hujan Seharian, Tebing dan Talut Jalan di Selo Boyolali Longsor

Warga melihat dampak bencana tanah longsor di Dukuh Grintingan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Senin (18/3/2019). (Istimewa - Suwarno)
18 Maret 2019 14:45 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Hujan yang mengguyur wilayah Boyolali seharian, Minggu (17/3/2019), menyebabkan bencana alam tanah longsor di Kecamatan Selo. Tidak ada korban jiwa dalam perstiwa ini namun sejumlah infrastruktur dan rumah warga rusak.

Di Desa Lencoh, longsor menutup jalan di Dukuh Grintingan, sedangkan di Desa Tlogolele longsor menimpa dinding dan atap rumah warga di Dukuh Takeran.

Di Lencoh, longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Tebing di jalan yang menghubungkan antardesa ini longsor dan menimpa badan jalan. Material tanah cukup banyak sehingga sebagian menumpuk di jalan dan sebagian lagi terus terdesak ke lembah di sisi lain jalan tersebut.

Alhasil talut sepanjang sekitar 30 meter dan tinggi 7 meter di sisi jalan itu ikut longsor ke lahan miring setinggi puluhan meter. Sekretaris Desa Lencoh, Suwarno mengatakan, setidaknya empat tiang listrik di sepanjang jalan tersebut roboh akibat terseret material tanah.

Akibatnya aliran listrik di daerah itu padam. “Ada empat tiang listrik yang ikut terbawa longsor,” ujarnya kepada Solopos.com, Senin (18/3/2019).

Sementara itu, timbunan tanah menutup jalan yang merupakan akses penghubung Dukuh Grintingan, Kajor, dan Wates (Desa Lencoh) dan Dukuh Tunut dan Dukuh Gesikan (Desa Jrakah) tersebut.

“Material tanah menutup jalan yang merupakan jalur ekonomi masyarakat setempat. Sehari-hari jalan itu dilalui warga untuk berdagang, membawa hasil bumi, atau untuk lewat anak sekolah,” ujarnya.

Akibat longsor itu mereka harus mengambil jalan lain yang tidak terlalu jauh. Keesokan hari setelah longsor warga sekitar bergotong royong membersihkan material longsor sehingga sekitar pukul 10.00 WIB jalan itu sudah dapat dilewati kembali.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Lencoh, Sumardi, mengatakan longsor selain menimpa jalan desa juga terjadi di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB). Namun volume tanah tidak terlalu besar sehingga tidak mengganggu perjalanan. “Di jalur SSB juga ada, tapi kecil-kecil,” ujarnya.

Di Desa Tlogolele, longsor merusak rumah sebagian warga. Berdasarkan laporan dari Polsek setempat, dinding penahan tanah milik Andi Kurniawan di Dukuh Takeran RT 001/RW 004 roboh dan menimpa sebagian dinding rumah Ponidi. Atap rumah Sumardi di kampung yang sama juga rusak.