Eva Yuliana Pasar Murah di Klaten

Calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Partai Nasdem, Eva Yuliana, berjoget dengan warga saat menggelar pasar murah dan kampanye di Dukuh/Desa Wadunggetas, Kecamatan Wonosari, Minggu (17/3/2019) (Espos - Taufiq Sidik Prakoso).
18 Maret 2019 09:05 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN–-Calon anggota legislatif (Caleg) DPR dari Partai Nasdem, Eva Yuliana, menggelar pasar murah di Klaten, Minggu (17/3/2019). Pasar murah digelar di tiga kecamatan yakni di Dukuh Tegalduwur, Desa Wadunggetas, Kecamatan Wonosari.

Caleg Dapil V Jawa Tengah tersebut membuka pasar murah untuk 500 paket sembako berisi beras, gula pasir, serta minyak goreng. Jika dirupiahkan, harga paket sembako itu Rp45.000. Namun, warga cukup membeli seharga Rp20.000.

Eva mengatakan seluruh sembako yang disiapkan dijamin kualitasnya. Ia mencontohkan beras kualitas premium dalam kemasan. "Berasnya pulen dan enak. Kenapa saya bawa gula pasir dari pabrik? Agar warga mendapatkan beras pasir yang putih dan baik. Sembako di pasar murah higienis dan sehat," tutur Eva kepada warga Wadunggetas.

Eva menjelaskan sembako tak bisa ia berikan gratis lantaran terbentur aturan. Lantaran hal itu, ia memilih membuka pasar murah ketimbang memberikan sembako gratis yang berisiko harus berurusan dengan kasus hukum. “Ada peraturan pemerintah kalau caleg atau wakil rakyat tidak bisa memberikan sembako gratis. Kalau gratis, justru terkena pidana bagi caleg serta penerimanya,” urai dia.

Ia menjelaskan hasil penjualan sembako di pasar murah tersebut tak dinikmati panitia. Uang penjualan bakal diwujudkan dalam bentuk sembako untuk pasar murah di lokasi lain. Pemilihan pasar murah lantaran langsung dirasakan oleh warga.

“Hasilnya untuk dibelikan sembako lagi untuk saudara kita di beda tempat. Artinya ingin bersama-sama membagi rejeki. Saya datang ke sini bukan untuk jualan sembako. Saya ingin menambah persaudaraan. Tidak hanya di pemilu, tetapi bisa sampai selamanya,” katanya.

Eva berharap sembako dari pasar murah tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selain di Kecamatan Wonosari, Eva menggelar pasar murah di Kecamatan Karangdowo serta Ceper.

Salah satu warga Dukuh Kadipiro, Desa Wadunggetas, Hartini, 48, mengatakan harga beli sembako yang ditawarkan jauh lebih murah ketimbang di pasaran. Ia berharap kegiatan serupa bisa digelar kembali. “Berasnya kualitas bagus. Kalau beli di pasar harga 1 kg bisa Rp12.500. Rencananya nanti mau digunakan untuk dimasak di rumah,” tutur dia.