4 Warga Kismantoro Wonogiri Jadi Pengikut Ajaran Kiamat Sudah Dekat di Ponorogo

Kondisi pondokan pusat Thoriqoh Akmaliyah Ash-Sholihiyah cabang Ponorogo di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Rabu (13/3 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
18 Maret 2019 10:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Empat warga Kismantoro, Wonogiri, diduga ikut menjadi pengikut ajaran kiamat sudah dekat dari Katimun, seorang pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Watubonang, Ponorogo, Jawa Timur.

Mereka sempat berupaya menjual tanah sebagai modal untuk eksodus ke Malang. Namun, upaya mereka dapat dicegah setelah diberi pemahaman.

Camat Kismantoro, Joko Purwidyatmo, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (17/3/2019), mengatakan mereka terdiri atas dua keluarga warga Desa Gesing. Masing-masing keluarga merupakan pasangan suami istri.

Berdasar laporan yang dia terima, kedua keluarga tersebut sebelumnya berupaya menjual tanah pekarangan, tetapi belum laku. Hasil penjualan tanah sedianya digunakan sebagai modal pergi ke Malang untuk memperdalam ilmu agama sebagai persiapan menghadapi kiamat.

Hanya, Joko belum mendapat laporan lebih detail mengenai sudah berapa lama mereka mengikuti ajaran tersebut. “Setelah mendengar kabar ada warga yang menjadi pengikut [ajaran kiamat sudah dekat], tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait memberi pemahaman kepada mereka. Setelah itu mereka membatalkan rencana pergi ke Malang,” kata Joko.

Dia melanjutkan anak-anak dari kedua pasangan suami istri itu tak sepaham dengan pemikiran mereka. Anak mereka sudah memberi pemahaman yang benar, tetapi mereka tetap pada pendirian.

Atas peristiwa itu Joko akan berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen terkait lainnya lebih lanjut. Mereka akan merumuskan langkah pendampingan kepada kedua keluarga itu agar tak lagi mengikuti ajaran kontroversial dari Ponorogo tersebut.

Selain itu untuk mencegah warga Kismantoro lainnya terpapar ajaran tersebut. “Letak pesantren di Ponorogo yang katanya memberi pemahaman soal kiamat sudah dekat itu tak jauh dari Kismantoro. Desa yang paling dekat adalah Lemahbang, hanya dipisahkan gunung,” imbuh Joko.

Terpisah, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Wonogiri, Sulardi, mengaku sudah mendapat informasi adanya warga Kismantoro yang diduga menjadi pengikut ajaran kiamat sudah dekat. Dia sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wonogiri, dan elemen lainnya membahas soal ini.

Koordinasi akan dilanjutkan dengan pertemuan di Kantor Kemenag, Senin (18/3/2019). Saat ditanya jumlah warga Wonogiri yang diduga menjadi pengikut, Sulardi belum tahu pasti.

Seperti diketahui, ratusan warga sejumlah daerah eksodus ke Malang karena memercayai ajaran tentang kiamat sudah dekat. Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, menyebut ajaran itu disebarkan Khotimun, pimpinan Thoriqoh Musa Ponorogo.

Katimun menyebarkannya dari rumah ke rumah. Dia pun meminta warga menjual aset sebagai modal hidup di akhirat. Selain itu Katimun mengajarkan jika warga mengikutinya tidak akan terkena dampak jika dunia sudah kiamat.