Banjir Genangi 2 Desa di Nguntoronadi Wonogiri

Personel BPBD Wonogiri membersihkan sumur warga dari lumpur di Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Senin (18/3/2019). (Istimewa - BPBD Wonogiri)
18 Maret 2019 18:15 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Hujan dengan intensitas ringan dan sedang selama lebih dari tiga jam pada Minggu (17/3/2019) sekitar pukul 17.30 WIB mengakibatkan banjir menggenangi permukiman di dua desa, yakni Desa Bulurejo dan Desa Kulorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri.

Ketinggian air di dua desa itu mencapai 40-80 sentimeter. Banjir itu merendam rumah 14 keluarga di kedua desa. Secara terperinci, banjir merendam rumah di tujuh keluarga dengan 28 jiwa di Dusun Karangturi dan Dusun Krapyak, Desa Bulurejo.

Selain itu, tujuh keluarga dengan 15 jiwa di Dusun Sambeng, Desa Kulurejo, harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Banjir juga merendam bangunan penggilingan padi di Desa Bulurejo. Tidak ada korban jiwa dalam banjir semalam,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, saat dihubungi Solopos.com, Senin (18/3/2019).

Selain menerjang bangunan milik warga, banjir juga merendam lima sumur warga di kedua desa. Tak hanya itu, banjir sempat menutup akses jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Nguntoronadi -dan Kecamatan Tirtomoyo.

“Kondisi itu mengakibatkan kenaikan elevasi air sungai hulu Bengawan Solo sehingga EWS [early warning system] banjir menunjukkan level kuning dan berbunyi,” terang Bambang.

Ia menjelaskan proses evakuasi keluarga terdampak banjir dilakukan bersama-sama personel BPBD Wonogiri, sukarelawan desa, Forum Pengurangan Risiko Bencana, serta personel TNI dan Polri. BPBD juga menyuplai logistik dapur umum bagi pengungsi dan sukarelawan.

“Prose pemulihan dilanjutkan pada Senin dengan sasaran membersikan bangunan rumah yang terendam dan pembersihan jalan dari lumpur. Di samping itu juga telah dilakukan pembersihan delapan unit sumur gali milik warga maupun fasilitas sosial masjid. Sekarang aktivitas di dua desa itu kembali normal,” terang Bambang.