Penyaluran BPNT di Solo Lewat 96 E-Warong, Ini Penjelasan Pemkot

ilustrasi e/warong (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
19 Maret 2019 03:17 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLOPenyaluran Bantuan Sosial Non Tunai (BPNT) di Kota Solo dilakukan di 96 e-warong (elektronik warung gotong royong) yang tersebar di lima kecamatan. Angka itu masih ditambah dengan lima gerobak motor (germo) e-warong. Pencairan bantuan pengganti program beras sejahtera (rastra) itu dilakukan setiap tanggal 25 tiap bulan.

Kabid Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo, Dian Rineta, mengatakan 96 e-warong melayani 31.947 keluarga. Perinciannya 46 agen binaan Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), 46 e-warong KUBE Jasa, dan empat e-warong binaan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. “Kami bagi merata sehingga tidak ada antrian yang sampai mengular,” kata dia, kepada wartawan, belum lama ini.

Dian mengatakan e-warong merupakan pengembangan dari program keluarga harapan (PKH). Sepuluh penerima PKH diberi stimulan untuk menjadi agen e-warong yang harapannya dapat mengentaskan mereka dari kemiskinan. “E-warong pengembangan PKH bernama KUBE Jasa, jumlahnya ada 46 unit. Binaan Bank Himbara ada 46 unit dan empat sisanya merupakan binaan Pemkot.”

Penyaluran BPNT diutamakan melalui e-warong KUBE Jasa. Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di KUBE Jasa dijatah 300-400 per bulan, sementara pada e-warong agen binaan Himbara dibatasi maksimal 100 KPM. “Jumlah e-warong itu kemungkinan bisa bertambah, terutama yang binaan Pemkot. Kebutuhan membangun e-warong per unitnya Rp17,5 juta.

Seperti data sebelumnya, jumlah KPM terbesar di antaranya ada di Kelurahan Kadipiro, Semanggi, dan Sangkrah,” jelas Dian. Sebagai informasi, setiap KPM menerima uang senilai Rp110.000 per bulan. Uang tersebut ditransfer langsung ke nomor rekening yang sudah terdaftar di sistem. Uang senilai itu dapat ditukarkan menjadi beras dan/atau telur lewat kartu merah putih.