Strategi Caleg Gerindra Boyolali, Kampanye Bersama hingga Kompensasi Bagi yang Kalah

Empat caleg Partai Gerindra dari dapil V Boyolali (Sambi, Ngemplak, Banyudono, Sawit) sepakat bekerja sama selama masa kampanye Pemilu Legislatif 2019. (Istimewa)
19 Maret 2019 05:30 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Peserta Pemilu Legislatif 2019 di Boyolali mulai mengatur strategi berburu suara masyarakat.

Di daerah pemilihan (Dapil) V Boyolali yang meliputi Banyudono, Sawit, Ngemplak, dan Sambi, berbagai upaya dilakukan para calon anggota legislatif (caleg) untuk mendapatkan kursi yang pada Pemilu 2014 lalu, dikuasai PDI Perjuangan (PDIP) dengan enam kursi dari total sembilan kursi.

Caleg asal Partai Gerindra, Wahyu Utomo, menuturkan tahun ini empat caleg Partai Gerindra di Dapil V Boyolali menandatangani surat kerja sama internal, Minggu (17/3/2019).

Penandatanganan dilakukan di kawasan Pengging, Banyudono. Keempatnya adalah Suhartini, Sujarwanto, Listyorini Dwi Astuti, dan Wahyu Utomo.

“Kami bersedia berjuang dan kampanye bersama meraih kursi DPRD dari dapil V,” ujar Wahyu, kepada Solopos.com, Minggu. Menurut dia, strategi ini jarang dilakukan oleh sesama caleg dalam satu partai dan dalam satu dapil. Dia menilai ini strategi yang fenomenal dalam politik Tanah Air.

Kerja sama ini menjadi strategi kampanye baru mengingat di pemilu tahun sebelumnya atau 2014 lalu Gerindra gagal mendapatkan kursi di dapil tersebut.

Wahyu menilai dapil V menjadi salah satu dapil paling ketat pada Pemilu Legislatif Boyolali tahun ini. Sejumlah petahana akan bersaing dengan calon-calon baru.

Kompensasi

Dia berharap dengan adanya strategi kerja sama ini, Gerindra dapat mengantongi dua kursi. Selain bersepakat berjuang bersama, mereka juga akan kerja sama terus untuk lima tahun mendatang.

“Kami berempat telah bersama-sama saling menurunkan egoisme pribadi masing-masing demi meraih kursi sebanyak-banyaknya.”
Bagi Caleg yang gagal melangkah ke gedung DPRD akan diberikan kompensasi dana setiap bulan dari anggota terpilih.

“Jumlahnya Rp1.000 dikalikan jumlah suara yang diperoleh dengan minimal memperoleh 1.000 suara sah by name,” imbuh Wahyu.