Atap Tempias, Pasar Tuban Gondangrejo Becek

Seorang pengunjung pasar membeli daging ayam di Pasar Tuban, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Kamis (14/3/2019). - Wahyu Prakoso
19 Maret 2019 00:50 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pedagang Pasar Tuban, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, mengeluhkan atap pasar yang tempias ketika hujan. Kamis (14/3/2019). Air hujan masuk karena desain atap bertingkat, tidak tertutup rapat, dan ada bagian atap pasar yang bocor.

Salah satu pedagang daging ayam, Hazik, menjelaskan, tempias yang masuk membuat los pasar menjadi becek ketika hujan. Dia mengaku, los pasar tidak diisi penuh oleh pedagang dagang ayam lantaran kondisi pasar yang kotor.

“Kalau hujan airnya masuk, kadang dari lantai juga keluar air sehingga banyak lumpur. Lantai pasar biasanya hanya disapu jadi menyisakan lumpur kering, harusnya dipel. Kami sudah laporkan ke pengelola pasar, kadang ada kerja bakti,” kata Hazik saat ditemui di lapaknya.

Dia menjelaskan, kondisi pasar yang kotor membuat beberapa rekannya pindah berjualan dari los daging ayam. Dia berharap, pasarnya dibersihkan dan atap segera diperbaiki sehingga pembeli dan pedagang ayam nyaman di los pasar tersebut.

Senada dengan Hazik, pedagang lainnya, Dewi, berharap atap segera diperbaiki karena ketika hujan dirinya harus bekerja lebih untuk membersihkan los pasar. “Kalau hujan tempias. Atap ada yang retak sehingga air hujan masuk. Kalau malam hari hujan, paginya kami bersihkan dulu. Jika saat berjualan kemudian hujan jadi susah,”kata dia kepada Solopos.com.

Koordinator Pasar Tuban, Joko Purnomo, mengaku belum menerima laporan atap yang bocor. Pihaknya segera memeriksa ke lapangan. Dia menjelaskan, desain atap yang bertingkat membuat tempias.

“Bahan atap ada yang dari fiber, kami akan cek, kalau hanya rusak sedikit kami segera ganti. Mengenai atap yang tempias sudah kami usulkan kepada Disdagnakerkop UKM [Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Karanganyar]. Semua akan ditutup,” kata dia saat dihubungi Solopos.com.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Eko Joko Iswanto, menjelaskan pagu anggaran 2019 dari dana bagi hasil cukai dan tembakau yang dikirim ke Karanganyar lebih sedikit dari tahun sebelumnya sehingga pihaknya prioritaskan untuk perbaikan pasar yang lain yang membutuhkan.

“Ini baru di anggaran penetapan. Kalau ada anggaran perubahan yang ditetapkan pada September sampai Oktober 2019, mungkin bisa diusahakan perbaikan Pasar Tuban Gondangrejo,”katanya kepada Solopos.com saat ditemui diruang kerjanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, anggaran 2019 diprioritaskan untuk perbaikan pasar, di antaranya, perbaikan Pasar Tegalgede yang rusak karena tertimpa pohon beringin, pembangunan los Pasar Jatiyoso yang pernah terbakar, pembangunan pasar darurat di Kemuning, pembangunan los pasar di Kelurahan Bolong, Perbaikan atap dan lantai di Pasar Tawangmangu yang tempias dan lantainya rusak.