Pengelolaan Dana Desa Jadi Ujian Kades Terpilih

ilustrasi dana desa. (Solopos/Dok)
19 Maret 2019 02:20 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Forkopimda Karanganyar mengingatkan 145 calon kepala desa (kades) terpilih untuk tertib administrasi, anggaran, dan taat pada peraturan.

Forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Karanganyar, yakni Bupati Karanganyar, Juliyatmono; Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo; Komandan Kodim (Dandim) 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Andi Amin Latama; dan Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi. Mereka menyampaikan hal itu saat menghadiri orientasi pengenalan tugas bagi kades tepilih masa jabatan 2019-2025. Acara diselenggarakan di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Senin (18/3/2019).

Sambutan diawali Kajari Karanganyar, Suhartoyo. Dia menekankan kepada kades terpilih agar menerapkan tujuh tertib. Beberapa di antara, tertib administrasi, anggaran, peralatan atau aset, disiplin kerja, kepegawaian, moral. Suhartoyo menyebut apabila melanggar salah satu dari tujuh tertib itu maka berpotensi terjerat kasus tindak pidana korupsi.

"Saya warning dana desa. Jumlahnya meningkat. Itu sekaligus menguji kades bagaimana mengelola. Kalau tidak tertib jadi peluang tindak pidana korupsi. Rencanakan dengan baik dan lakukan sesuai perencanaan. Saya minta calon kades terpilih melaksanakan dengan baik dan berkomitmen sehingga dana desa tidak bocor ke mana-mana," kata Suhartoyo saat memberikan pengarahan.

Hal senada disampaikan Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Andi Amin Latama. Orang nomor satu di Kodim 0727/Karanganyar itu mengingatkan calon kades terpilih merangkul orang-orang yang tidak mendukung dirinya saat pemilihan kepala desa (pilkades). Dia juga meminta calon kades terpilih menjunjung tinggi kejujuran.

Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, juga menyinggung tentang alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD). Dia meminta seluruh calon kades terpilih selaku pengguna anggaran untuk mengelola anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDesa) dengan baik. "Sesuai kebutuhan, jangan sampai terjadi penyimpangan. Bentuk tim yang kompeten. Hati-hati, calon kades terpilih yang baru segera adaptasi," ujar Kapolres.

Pada kesempatan itu, Kapolres mengingatkan tentang pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) dan pemilu legislatif pada 17 April. Dia mengimbau seluruh calon kades terpilih agar menggunakan hak pilih untuk menyukseskan pembangunan. Kapolres juga menyilakan mereka berkoordinasi dengan babinsa dan bhabinkamtibmas. "Koordinasi dengan warga, babinsa, babhinkamtibmas mengamankan wilayah. Tahun politik tidak menutup kemungkinan banyak kelompok mengacaukan suasana," tutur dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan selamat kepada calon kades terpilih. Dia juga mengingatkan calon kades terpilih agar menjaga diri dan tutur kata. Politikus Partai Golkar itu menyebut kades sebagai wakil Tuhan di dunia. Yuli, sapaan akrabnya, juga menyinggung apa yang harus dilakukan calon kades terpilih ke depan. "Ora entuk cengengesan. Pemimpin kudu duwe gagasan. Peraturan desa wacanen sik. Latihan ngrungokne uwong kuwi angel. Dadiya lurah tenanan. Jangan sampai berurusan dengan polisi maupun jaksa. [kades] Sing lawas kui introspeksi," tutur Yuli saat memberikan pengarahan.

Bupati menyilakan kades baru menjabat menyesuaikan program kerja yang ada dengan situasi dan kondisi terkini. "Gerakkan kepala dusun [kadus]. Kalau ada program tidak cocok dengan situasi dan kondisi terkini sesuaikan. Titip masyarakat Karanganyar."