Netizen: Joglo Sriwedari Solo Tinggal Kenangan

Pekerja mulai membongkar bangunan joglo di Taman Sriwedari, Solo, Senin (18/3/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
20 Maret 2019 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Bangunan berbentuk joglo di Taman Sriwedari mulai dibongkar, Senin (18/3/2019). Pembongkaran dilakukan karena bekas bangunan yang disebut Joglo Sriwedari bakal dipakai untuk saluran drainase Taman Sriwedari.

Joglo mulai dicopoti setelah arus listrik diputus semua. Bagian joglo yang bisa dijual setelah dicopoti akan dilelang. Genting-genting joglo juga akan dicopoti secara manual tanpa menggunakan alat berat untuk merobohkan.

Kabar pembongkaran Joglo Sriwedari tersebut menuai beragam tanggapa warganet. Sejumlah warganet yang memiliki kenangan di tempat tersebut merasa sangat kehilangan. Netizen sedih karena salah satu tempat bersejarah dalam kehidupan mereka dibongkar.

Curahan hati warganet tentang pembongkaran Joglo Sriwedari disampaikan melalui media sosial. Salah satunya lewat berita dari Solopos yang dibagikan pemilik akun Instagram @jelajahsolo. Sejumlah netizen menceritakan kenangan indah di Joglo Sriwedari lewat kolom komentar.

"Kenangan zaman kuliah. Rapat di sini sambil jajan di hik, hahaha," komentar @tiana_andha.

"Aku punya kenangan sudah pernah lomba menari jaranan pas TK di Sriwedari. Kalau sudah dibongkar, enggak bisa cerita anak cucu besok," imbuh @diimass23.

"Masih teringat pertama ke tempat ini sembilan tahun lalu. Pertama saya ke sini berlatih breakdance setiap jam 19.00. Dan membawa saya sampai ke mana-mana. Ini benar-benar tempat penuh kenangan. Sembilan tahun lalu saya yang masih bocah SMP bersama teman-teman @illusionscrew yang lebih dulu memulai di tahun 2005 di sana. Semangat anak-anak muda Solo. Sekarang, semua tinggal kenangan. Terlalu banyak kenangan di sana. Suka, duka, rasa sakit yang membuahkan senyum, dan masih banyak kenangan di sana. RIP Joglo Sriwedari," sambung @arnovaputra menimpali.

"Sedih banget dengar ini. Jumat kemarin ke sana melihat anak-anak latihan menari untuk kali terakhir. Kasihan sekali. Bapak-bapak bermain catur dan jajan hik kelihatan Solo sebagai Kota Budaya. Tapi, ah ya sudahlah, kita orang kecil bisa apa?" imbuh @ideapasha.ip.

"Masih ingat kenangan sama mbah yang tiap saya ke Solo selalu diajak ke Sriwedari dan pasti lewat Joglo ini," sambung @hermawaneriyanto_official.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, pembongkaran Joglo Sriwedari baru dapat dilakukan setelah semua listrik di joglo tersebut dimatikan agar tidak membahayakan pekerja. Pembongkaran tidak bisa diselesaikan dalam waktu sehari. Dibutuhkan sekitar beberapa hari sampai joglo selesai dibongkar.