Polresta Surakarta Gandeng Klub Motor Kampanyekan Tertib Lalu Lintas

Warga mengendarai sepeda motor dalam acara Sosialisasi Safety Riding. (Solopos/Ponco Suseno)
20 Maret 2019 09:40 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Satuan Lalu Lintas Polresta Surakarta/Solo bekerja sama dengan klub motor untuk aktif mengampanyekan keselamatan lalu lintas dalam berkendara.

Hal itu karena korban meninggal di jalan tercatat mayoritas berada di usia produktif.

Wakasatlantas Polresta Surakarta, AKP I Made Ray Ardana, kepada solopos.com, Selasa (19/3/2019), mengatakan jumlah komunitas di Kota Solo cukup banyak sehingga merupakan sebuah potensi untuk mengampanyekan keselamatan di jalan raya dengan efektif.

Menurutnya, data Satlantas mencatat terdapat sebanyak 106 komunitas otomotif di KotaSolo. Namun, saat ini yang terintegrasi dengan Satlantas Polresta Solo hanya 72 klub sehingga sisanya akan segera dikumpulkan untuk bersinergi bersama.

“Pada bulan ini terjadi kecelakaan yang meningkat hingga 50 persen sedangkan apabila dibandingkan tahun lalu pada bulan ini jumlah kecelakaan meningkat hingga 46 persen. Sedangkan jumlah korban meningga dunia tercatat terjadi peningkatan 10 persen. Korban meninggal rentan usianya 17-35 tahun sehingga sangat disayangkan,” ujarnya.

Menurutnya, kecelakaan mayoritas terjadi dikarenakan human error seperti melanggar rambu-rambu lalu lintas atau bahkan tidak mengetahui rambu. Namun, korban kecelakaan mayoritas orang yang mengerti rambu namun nekat untuk melanggar.

Ia menambahkan para klub otomotif yang sering berkumpul di pusat-pusat Kota Solo wajib berperan aktif sebagai kontrol lalu lintas di masyarakat. Apabila terjadi pelanggaran lalu lintas anggota klub motor dapat menegur pelanggar.

Menurutnya, seluruh anggota klub motor harus tertib aturan terlebih dahulu dan akan dilakukan pembinaan sebagai bekal.

Sementara itu, Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Adi Sucipto yang sebelumnya terdapat black spot setelah dievaluasi kini telah terbebas. Namun, muncul black spot di Jl. Ahmad Yani dan Jl. Sumpah Pemuda yang sering menjadi kawasan rawan kecelakaan.

Salah satu ketua klub otomotif, Yamaha Nmax Club Indonesia Chapter Soloraya, Abighail Dephi, mengatakan klub otomotifnya memiliki aturan kepada calon anggota yang hendak bergabung wajib memiliki SIM dan STNK yang masih berlaku.

Ia menyambut baik rencana yang dilakukan oleh Satlantas untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara.

Ia mengaku meskipun sepeda motor telah sesuai dengan aturan dan standar ada pula anggotanya yang menjadi korban kecelakaan. Ia menegaskan apabila terdapat anggotanya yang melanggar aturan lalu lintas ia tidak segan untuk menegur hingga memberikan pembinaan.

Ia juga melarang anggotanya untuk memasang lampu sejenisstrobo yang dapat menganggu keselamatan orang lain. Menurut dia, munculnya keselamatan berkendara dimulai dari ketaatan diri sendiri.