Dari Anak Kuli Panggul, Kini Weni Hastuti Jadi Pimpinan Stikes PKU Muhammadiyah Solo

Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Solo, Weni Hastuti. (Istimewa)
20 Maret 2019 13:42 WIB Ayu Prawitasari Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sejak 2012, Weni Hastuti menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) PKU Muhammadiyah Solo. Anak kuli panggul itu menjadi pembuktian bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah hambatan untuk sukses.

Wanita kelahiran Sragen pada April 1978 lalu itu berangkat dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Tinggal di Desa Plumbungan, Sragen, Weni bertekad untuk sukses. Sejak SMP dia rela membuat batu bata untuk membantu ekonomi keluarga dan berangkat ke sekolah dengan sepeda onthel sejauh 12 kilometer setiap hari.

Weni menjelaskan orang tuanya adalah buruh kuli panggul. Awal kesuksesan bermula saat dia kuliah di Akper yang sekarang menjadi Stikes PKU Muhammadiyah pada 2000 lalu. Tinggal jauh dari orang tua, Weni harus hidup di asrama kampus.

“Tetangga ada yang bilang pada ibu, untuk makan saja susah kok memaksakan diri menguliahkan saya,” kata dia dalam rilis yang diterima Solopos.com, belum lama ini. Ingatan itu membawa memorinya pada saat-saat sulit lain, yakni saat menumpang kamar mandi di tetangga karena keluarganya tak punya kamar mandi.

“Saat tinggal di asrama saya rela berpuasa karena uang saku terbatas untuk makan. Kalau tidak puasa, pasti uang saya tidak cukup. Kadang saya makan cukup nasi ditaburi garam. Dengan begitu uang bisa untuk makan membayar iuran tugas-tugas kuliah,” terang dia.

Perjuangan tersebut tidaklah sia-sia. Ibu dua anak ini sukses meraih mimpinya hingga lulus Magister Kesehatan. Saat ini dia melanjutkan studinya pada program doktoral di Management and Science University (MSU) Malaysia. Weni saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Tengah, Sekretaris Dewan Pertimbangan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Surakarta, dan Dewan Penasihat pada Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (lPKJI ) Jawa Tengah. Sejak 2015, dia juga menjadi Ketua Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan (HPTKes) tingkat Propinsi Jawa Tengah.

Di bawah kepemimpinan Weni Hastuti, Stikes PKU meraih Akreditasi Institusi B dari BAN-PT pada 2017. Pada 2018, Stikes PKU Muhammadiyah Solo berhasil mendapatkan empat SK prodi baru sekaligus, yakni Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Teknologi Rekayasa Elektromedis, S1 Keperawatan Anestesiologi, dan Prodi Pendidikan Profesi Ners.

Weni berpesan agar semua anak muda bisa melanjutkan pendidikan. Dengan demikian mimpi bisa terwujud sekaligus mengangkat derajat orang tua. “Yang jelas masalah ekonomi bukanlah hambatan untuk menuju sukses,” terang dia.