Pintu Air Pengganti Demangan Mulai Dibangun di Sewu Solo

Pekerja mengukur dan memasang patok untuk lokasi pembangunan Pintu Air Demangan Baru di Kelurahan Sewu, Jebres, Solo, Selasa (19/3/2019). (Solopos - M. Ferri Setiawan)
20 Maret 2019 14:35 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pintu air baru yang merupakan pengganti Pintu Air Demangan mulai dibangun di sebelah Pendhapa Apem, Kelurahan Sewu, Jebres. Petugas mulai mengukur dan memasang patok di lokasi tersebut.

Pantauan Solopos.com, Selasa (19/3/2019), sekitar lima orang mengukur dari Pintu Air Demangan lama ke Pintu Air Demangan baru. Mereka mengukur dan menandai dengan memasang patok kayu dan menandai dengan cat semprot.

Konsultan supervisi proyek Pintu Air Demangan baru Sukamto mengatakan saat ini masih proses tahap pertama. Proses itu sudah dilakukan sejak awal Maret. Salah satu prosesnya yakni dengan mengukur panjang sungai.

“Kami menghitung panjang sungai antara pintu air yang lama dengan pintu air baru yang akan dikerjakan nanti,” bebernya saat ditemui Solopos.com di lokasi, Selasa.

Sementara itu, Lurah Sewu Henoch Sadono mengatakan sudah mendapatkan surat dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air lewat Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo pada Senin (11/3/2019). Surat tersebut memberi tahu dimulainya proses pengerjaan Pintu Air Demangan baru.

“Kami sudah mendapatkan surat sebelumnya. Isinya memberi tahu proyek pembangunan pintu air Demangan yang baru akan dimulai,” bebernya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya.

Henoch mengatakan pemerintah kelurahan mendukung penuh pembangunan pintu air itu. Hal ini lantaran pintu air memberikan dampak berkurangnya potensi banjir di wilayah Kelurahan Sewu.

“Kami tentu sangat mendukung proses pembangunan pintu air yang baru. Karena memberikan keuntungan bagi masyarakat. Karena dengan adanya pintu air yang baru potensi bencana banjir akan berkurang. Selain itu juga akan mengangkat potensi lainnya, salah satunya di bidang wisata kota,” paparnya.

Terpisah, Anggota Sibat Kelurahan Sewu yang juga RT 001/RW 002, Sowijayan, Sewu, Budi Utomo, mengatakan dibangunnya pintu air yang baru akan memberikan dampak positif. Hal ini lantaran pintu air lama sudah dianggap kuno dan tidak bisa bekerja secara optimal. Pintu air baru sangat dibutuhkan.

Pintu Air Demangan yang lama kan sudah berumur sekitar 100 tahun. Kinerjanya sudah tidak optimal. Kalau terus dipakai tentu akan memakan biaya yang banyak karena menggunakan mesin yang lama. Jadi perlu sekali dibangun pintu air yang baru. Untuk kepentingan kota Solo yang lebih aman,” kata dia saat dihubungi Solopos.com.