4 Warga Sragen Terdeteksi Idap HIV Pada Awal 2019

Ilustrasi HIV - AIDS. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
20 Maret 2019 22:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Empat warga Sragen dinyatakan positif mengidap HIV. Kondisi mereka terdeteksi dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan terakhir.

Dua dari empat warga itu berasal dari komunitas lelaki suka lelaki (LSL) alias homoseksual. Sementara dua lainnya merupakan warga biasa yang dinyatakan positif mengidap HIV setelah mengikuti voluntary counseling and testing (VCT) di Puskesmas Karangmalang.

Dua warga itu laki-laki dan perempuan. Awalnya mereka hendak memeriksakan diri ke puskesmas. Namun, oleh petugas puskesmas ditemukan indikasi yang mengarah pada gejala HIV. Petugas lalu berinisiatif mengajak dua warga itu ikut VCT. Hasilnya, keduanya dinyatakan positif HIV.

"Jadi, dari Januari-Maret, ada empat warga yang positif HIV. Pada Januari dan Februari ditemukan masing-masing satu kasus. Sementara hingga pertengahan Maret, ditemukan dua kasus,” jelas Koordinator Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen, Wahyudi, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (19/3/2019).

Berkenaan dengan hal itu, KPA Sragen bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menggelar focus group discussion (FGD) dan VCT dengan peserta 20 orang di Kantor KPA Sragen, Senin (18/3/2019).

Ke-20 peserta itu terdiri atas petugas penjangkau dan penyidik sebaya di komunitas LSL dan waria. FGD tersebut bertujuan mengedukasi pengetahuan tentang HIV/AIDS dan cara penanggulangannya.

“Hasil VCT bagaimana sebetulnya sudah ada. Tapi, sampai sekarang kami belum mendapat laporan. Jumlah yang positif ada kemungkinan bertambah karena laporan kasus temuan HIV di seluruh kecamatan biasanya baru kami terima pada April,” terang Wahyudi.

Tahun lalu tercatat ada temuan 227 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sragen. Ini berarti setiap dua hari terdapat satu warga Sragen yang terinfeksi virus mematikan ini. Dari 227 temuan kasus itu, HIV/AIDS menjangkiti 132 pria dan 95 wanita.

Terhitung sejak 2000 hingga November 2018, total terdapat temuan 1.006 kasus HIV/AIDS di Bumi Sukowati. Faktor gonta-ganti pasangan menjadi penyebab paling dominan penyebaran HIV/AIDS.

Tahun lalu, terdapat temuan 202 kasus HIV yang penyebarannya karena faktor gonta-ganti pasangan. Dalam dua tahun terakhir, faktor risiko perinatal atau temuan kasus HIV/AIDS yang dibawa sejak lahir menduduki peringkat kedua, menggeser faktor risiko homoseksual.