Caleg Dapil I Boyolali Fokus Garap Ampel, Ini Alasannya

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
20 Maret 2019 04:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Daerah pemilihan (dapil) I Boyolali yang meliputi wilayah Ampel, Boyolali, Teras, dan Mojosongo, mendapatkan jatah kursi terbanyak untuk diperebutkan pada Pemilu Legislatif 2019, yakni sebelas kursi.

Meskipun dapil I ini meliputi empat wilayah, namun sebagian calon anggota legislatif (caleg) mengatakan lebih fokus menggarap massa di Ampel yang memiliki jumlah pemilih sebanyak 63.472 orang ini. (sumber kpu.go.id)

Selain menjadi wilayah dengan angka daftar pemilih tetap (DPT) terbanyak, pemilihan Ampel sebagai fokus juga didasarkan atas basis konstituen mereka yang selama ini mayoritas berasal dari daerah tersebut.

Salah satu caleg asal Partai Gerindra, Adi Maryono, mengatakan berdasarkan pengalamannya pada Pemilu 2014, perolehan suara di Kecamatan Ampel jauh lebih banyak dibandingkan dengan kecamatan lain di dapil itu.

“Kalau pemilih saya memang kebanyakan dari Ampel sehingga saya kali ini juga akan fokus ke sana [Ampel],” ujarnya kepada Solopos.com, (18/3/2019).

Pada Pemilu 2014, keterwakilan di dapil ini ada sepuluh kursi. Dari sepuluh kursi itu, enam kursi milik PDIP, dua kursi milik Golkar, sementara PAN dan Gerindra masing-masing satu kursi. Sedangkan pada Pemilu Legislatif 2019, sebelas kursi di dapil I akan kembali diperebutkan 76 caleg, delapan di antaranya petahana.

Jika PDIP mampu mempertahankan enam kursi tersebut dengan lima petahana yang masih ada saat ini, begitu pula dengan Golkar dan Gerindra, maka tiga kursi sisanya akan menjadi rebutan caleg-caleg baru.

Sebagai informasi, dua kursi petahana yang berpotensi diperebutkan sebelumnya adalah milik Agus Wiyono asal PDIP yang meninggal dunia beberapa waktu lalu dan milik Mulyanto dari PAN yang kini maju caleg DPRD Provinsi.

Bagi Adi, kondisi ini tidak menjadikan peluang bagi perolehan suaranya maupun Gerindra. “Sebab keduanya kuat di wilayah kota [Boyolali] sehingga tidak akan banyak berpengaruh untuk caleg lainnya yang fokus di Ampel,” kata Adi.

Sementara itu, caleg PKB Amin Syarifudin mengatakan hal senada dengan Adi. Menurut caleg nomor urut 1 ini, basis massanya lebih banyak berasal dari Ampel. “Daerah lain sama-sama digarap. Tetapi Ampel jadi prioritas saya,” ujarnya.

Disinggung mengenai upaya yang dilakukan pada waktu yang kian dekat dengan coblosan 17 April nanti, Amin mengatakan terus melakukan pendekatan kepada warga dan ulama untuk menggalang dukungan.

“Kami terus melakukan kanvassing, menemui warga door to door, dan juga mendatangi ulama. Tak lupa kami terus mengkampanyekan kemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam pilpres,” kata dia.

Lebih lanjut, Amin optimistis dapil 1 dapat memperoleh 1 kursi DPRD. “PKB optimistis dapat 1 suara dari dapil 1,” imbuhnya. Pada Pemilu 2014, PKB tak mendapatkan kursi di wilayah dapil ini.