Solopos Hari Ini: Honor Anggota KPPS di Pemilu 2019 Tidak Naik

Harian Umum Solopos edisi Kamis (21-3 - 2019)
21 Maret 2019 10:10 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) akan memikul beban berat penyelenggaraan pemilu serentak, 17 April 2019. Namun, honor yang akan mereka terima tergolong minim.

Anggota KPPS di 809.500 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia menjadi ujung tombak lancarnya pelaksanaan pemilu serentak yang baru kali pertama digelar di Tanah Air. Anggota KPPS di Desa Katelan, Tangen, Sragen, Birowo, mengatakan tugas KPPS pada Pemilu 2019 ini lebih berat dibandingkan saat Pemilu Gubernur Jateng 2018 lalu.

Selain itu, tingkat kesulitan pelaksanaan Pemilu 2019 juga lebih tinggi bila dibandingkan pemilihan gubernur. Ketika beban tugas KPPS bertambah berat, honor untuk mereka dipastikan tidak naik. Sekretaris Jenderal KPU, Arif Rahman Hakim, menyampaikan, besaran honor untuk KPPS tak bisa dinaikkan karena akan membuat anggaran pemilu membengkak.

Kabar tentang honor anggota KPPS yang tidak naik menjadi headline Harian umum Solopos edisi hari ini, Kamis (21/3/2019). Simak kabar selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Harga Bawang Putih Tembus Rp45.000/Kg

Kenaikan harga bawang yang cukup tinggi pada Maret 2019 mendapat perhatian dari Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Solo. Pedagang Pasar Gede, Solo, Rabu (20/3), menyebut harga bawang putih jenis kating mencapai Rp45.000/kilogram (kg). Dibandingkan Januari lalu, harga komoditas ini naik 80%.

Kenaikan harga tersebut berpotensi mengerek inflasi pada Maret sehingga inflasi tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan keterangan pedagang di Pasar Gede, Rabu, harga bawang putih kating telah mencapai Rp45.000/kg. Pada Januari 2019 lalu, harga bawang putih berada di kisaran Rp25.000/kg.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Industri Tekstil Migrasi ke Soloraya

Peluang penyerapan tenaga kerja di sektor industri terbuka lebar di Soloraya lantaran 80% industri tekstil dan produk tekstil (proteks) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) bermigrasi ke wilayah Soloraya.

Migrasi tersebut terjadi lantaran upah minimum regional (UMR) di Jawa Tengah lebih rendah daripada Jabodetabek. Penjelasan itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perindustrian, Mujiyono, saat diwawancara wartawan di sela-sela pembukaan Diklat 3 in 1 bagi calon tenaga kerja industri tekstil di CV Delapan Jaya Perkasa Garmen, Cantel Kulon, Sragen, Rabu (20/3).

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, ikut serta dalam pembukaan diklat tersebut. Bupati mengapresiasi diklat tersebut yang diharapkan mampu mengentaskan pengangguran di Sragen yang masih 4,55%.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Lahan PKL Kota Barat Mulai Dipaving

Lahan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Barat mulai dipasang paving bermotif. Pemasangan paving sebagai upaya agar kawasan itu terbebas dari genangan air yang juga telah dilengkapi dengan saluran drainase. Kabid PKL Dinas Perdangan Pemkot Solo, Didik Anggono, mengatakan pemasangan paving di sebelah selatan Lapangan Kota Barat itu telah dimulai. Tujuannya menahan dan menghindarai genangan banjir. Lahan di bekas lapangan voli itu akan berfungsi ganda selain untuk PKL juga sebagai drop zone sekolah di sekitarnya.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.