Agar Mudah Dapat Bantuan, Pengelola SLB di Jateng Diminta Proaktif Isi Dapodik

Ilustrasi SLB. (Dok)
21 Maret 2019 17:11 WIB Agnes Yustin Roswita Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jateng, Suyanta, menyarankan semua sekolah, khususnya SLB (Sekolah Luar Biasa), untuk proaktif mengisi Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Dengan begitu SLB bisa mudah mendapat bantuan pendidikan.

Pengisian Dapodik dapat dilakukan di laman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id agar sekolah mendapat bantuan dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jateng. Saran tersebut berkaitan dengan adanya beberapa sekolah luar biasa yang mengalami kekurangan sarana dan prasarana sekolah.

Salah satunya adalah SLB Panca Bakti Mulia. Sekolah luar biasa di Jl. Sumbing 6 No. 55, Mojosongo, Jebres, Solo, itu belum memiliki fasilitas berupa alat peraga untuk anak-anak berkebutuhan khusus. “Selama ini, kami hanya menggunakan gambar. Apalagi para siswa lebih suka pelajaran praktik daripada dijejali teori.

Mereka cenderung bosan dengan teori. Kami kekurangan alat-alat untuk mewadahi keterampilan para siswa, seperti mesin jahit, peralatan salon, dan beberapa alat peraga untuk materi pelajaran,” kata salah seorang guru SLB Panca Bakti Mulia, Wijianto, saat ditemui Solopos.com pada Rabu (20/3/2019).

SLB Yayasan Rehabilitasi Tuna Rungu dan Wicara (SLB YRTRW) mengeluhkan hal sama. Ruangan atau gedung sekolah itu belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menurut Kepala SLB YRTRW, Sutandi, gedung atau ruangan yang memenuhi SPM adalah ruangan atau gedung yang memiliki peralatan dan fasilitas yang komplet.

“Kami kekurangan ruangan atau gedung. Selama ini ruangan yang dipakai adalah ruangan kelas di mana materi secara teori dan praktik dilakukan di satu ruangan tersebut,” kata Sutandi saat ditemui Solopos.com.

Suyanta menyarankan setiap sekolah, khususnya SLB, untuk proaktif mengisi Dapodik. Dengan demikian pemerintah pusat maupun Pemprov Jateng dapat memberikan bantuan sesuai kebutuhan.

“Tidak hanya SLB, ini juga berlaku untuk seluruh sekolah, khususnya di Jawa Tengah. Jika dana BOS [Bantuan Operasional Sekolah] belum mencukupi, ada baiknya mengisi data di laman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id. Dari situ kami bisa memantau jumlah murid, dana yang dibutuhkan, dan beberapa informasi lain,” kata Suyanta saat dihubungi Solopos.com, Rabu.