Lisus Terjang Sragen, Atap Puluhan Rumah Rontok

Sejumlah relawan bahu membahu membersihkan pohon tumbang yang menutup jalan dan menimpa rumah di Desa Gebang, Masaran, Sragen, Kamis (21/3/2019). (Istimewa - Sugeng Priyono)
21 Maret 2019 21:30 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sejumlah desa di dua kecamatan di Sragen diterjang angin berputar atau lisus pada Kamis (21/3/2019) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Terjangan lisus itu mengakibatkan puluhan rumah rusak ringan hingga sedang di bagian atap.

Dua kecamatan yang diterjang lisus tersebut adalah Masaran dan Karangmalang. Di Masaran, lisus menerjang dua desa yakni Desa Gebang dan Desa Jirapan. Sebuah pohon tumbang sehingga menutup jalan penghubung Dusun Katukan-Ngasinan di Desa Gebang. Di Desa Gebang terdapat tujuh rumah yang rusak pada bagian atap.

"Bagian atap dari puskesmas pembantu di Desa Gebang beterbangan. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp20 juta," terang Camat Masaran, Agus Winarno, saat dihubungi Solopos.com, Kamis petang.

Di Desa Jirapan, terdapat 11 rumah yang atapnya rontok. Kerugian akibat kerusakan atap 11 rumah tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Agus Winarno menjelaskan relawan dari BPBD Sragen, PMI, SAR Poldes, MTA dan lain-lain dibantu warga sekitar bekerja sama menyingkirkan pohon tumbang yang menutup jalan di Desa Gebang.

"Di Desa Jirapan, warga sudah bekerja bakti untuk membersihkan puing-puing atap yang runtuh. Kerja bakti akan dilanjutkan pada Jumat [22/3/2019] pagi," jelas Agus Winarno.

Sementara itu, di Kecamatan Karangmalang, angin lesus menerjang Desa Jurangjero. Di desa ini terdapat 70 rumah yang mengalami rusak pada bagian atap akibat diterjang angin atau tertimpa pohon tumbang. Bagian atap dari SDN 2 Jurangjero juga tidak luput dari sasaran lesus. Di desa ini terdapat dua tiang listrik yang roboh.

"Total kerugian materinya belum bisa ditaksir. Yang jelas, dampaknya akses jalan sempat tertutup, listrik padam, nilai ekonomis pohon jati menjadi berkurang karena banyak yang tumbang serta banyak genting rumah yang rusak," terang Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)