KPU Boyolali Coret 5 Caleg dari DCT, Siapa Saja?

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
21 Maret 2019 20:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali mencoret lima calon anggota legislatif (caleg) di daftar calon tetap (DCT) peserta Pemilu Legislatif 2019 Boyolali.

Kelima caleg itu meliputi dua caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan masing-masing satu caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Berkarya.

Dua caleg PKS yang dicoret yakni Basuki dari daerah pemilihan (dapil) IV karena menjadi terpidana kasus money politics serta Mahmudi dari dapil III lantaran menjadi terpidana kasus pelanggaran lalu lintas.

Ranindya Candra Kartika dari PKB dicoret KPU karena telah diberhentikan partai pengusungnya. Caleg dapil IV ini dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Joko Waluyo dari PPP di dapil V Boyolali juga bernasib serupa dengan Ranindya karena diberhentikan dari partai asalnya. Sedangkan Leni Susilowati dari Partai Berkarya dicoret karena meninggal dunia.

Anggota KPU Boyolali Divisi Hukum dan Pengawasan Maya Yudayanti mengatakan pencoretan kelima caleg itu dituangkan dalam surat KPU Nomor 72/PL.01.4-KPT/3309/KPU-Kab/III/2019 Tentang Perubahan Kedua atas Keputusan KPU Kabupaten Boyolali Nomor 85/PL.01.4-KPT/3309/KPU-Kab/IX/2018 Tentang Penetapan DCT Anggota DPRD Boyoalli untuk Pemilu 2019.

Sebelum menerbitkan surat tersebut, KPU sudah melakukan prosedur, antara lain klarifikasi kepada partai masing-masing dan konsultasi dengan KPU Provinsi dan KPU Pusat.

“Setelah itu, KPU Boyolali melakukan rapat pleno untuk menentukan kelima caleg tersebut apakah masih memenuhi syarat atau sudah tidak memenuhi syarat,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (21/3/2019).

Menurutnya, kelima nama caleg tersebut sudah tercetak dalam surat suara. Menyikapi hal itu, KPU akan mengirimkan surat kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Terkait perolehan suara dalam pencoblosan, jika masih ada yang mencoblos nama-nama itu, suara akan menjadi milik partai masing-masing. Terpisah, pelaksana humas DPD PKS Boyolali Hasyim mengatakan sudah mengetahui kabar pencoretan dua calegnya.

Rencananya, dia akan melakukan upaya hukum atas pencoretan itu. “Kami masih merancang suratnya."

Sementara Sekretaris 1 DPC PKB sekaligus Sekjen Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Boyolali membenarkan salah satu calegnya itu dicoret dari DCT Boyolali.

“Iya. Dia [Randindya] memang diberhentikan dari partai karena melanggar AD/ART,” ujarnya.