810.000 Benih Ikan Nila Merah Disebar di Perairan Solo

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo (kanan) melepas benih ikan nila dalam acara Tebar Mina di Bendung Karet Tirtonadi, Solo, Kamis (21/3 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
22 Maret 2019 03:30 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendapat bantuan 810.000 benih ikan nila merah dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Benih ikan langsung disebar di perairan-perairan umum Kota Bengawan, salah satunya di Bendungan Tirtonadi, Banjarsari, Kamis (21/3/2019). Penyebaran benih ikan itu untuk mendukung program Wong Solo Sueneng Banget Lawuh Iwak (Wongso Subali).

Penyebaran benih ikan di Bendung Tirtonadi dilakukan langsung Walikota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menggunakan perahut karet BPBD Kota Solo. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Solo, Weni Ekayanti.

“Kegiatan tebar benih ikan di perairan umum ini merupakan program Dinas Perikanan dan Kelautan Jateng yang bekerja sama dengan kabupaten/kota. Kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah gemar makan ikan,” dia menerangkan.

Menurut Weni ikan mengandung banyak manfaat bagi tubuh manusia sehingga sangat disarankan rutin mengonsumsi ikan. Kandungan protein yang ada di daging ikan sangat bermanfaat bagi tubuh, utamanya anak-anak yang sedang masa pertumbuhan.

Sedangkan Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo mengaku sangat senang dengan program tebar benih ikan di perairan Solo. Sebab kegiatan tersebut menurut dia sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar perairan atau sepanjang aliran sungai.

Saking pentingnya kegiatan tebar benih ikan tersebut Rudy pun rela datang kendati sedang cuti. Selain untuk menebarkan benih ikan, orang nomor satu di Solo itu mengaku punya kenangan yang sangat berkesan di Bendungan Tirtonadi “Gilimanuk”.

“Saya sekaligus nostalgia dengan tempat ini. Dulu pas masih kecil saya sering balapan di sini. Saya juga sering main sepeda di sini. Mudah-mudahan benih ikan yang hari ini saya tebarkan bisa berkembang dan dinikmati masyarakat,” tutur dia.

Rudy membolehkan masyarakat untuk memancing ikan yang ada di sekitar Bendungan Tirtonadi. Tapi para pemancing harus bersabar beberapa waktu untuk menunggu benih ikan yang disebarkan bertambah besar dan layak untuk dikonsumsi.

“Kawasan ini bisa menghasilkan wisata air seperti untuk pemancingan. Tapi pesan saya mari bersama-sama kita rawat kita jaga tempat ini. Kalau ada yang buang sampah tegur saja, kalau perlu laporkan kepada Pemkot Solo,” seru Rudy.

Dia melarang masyarakat menjaring ikan-ikan yang ada di kawasan Bendungan Tirtonadi. Bila ingin mencari ikan di kawasan itu menurut dia lebih baik dengan cara dipancing. “Kalau dengan cara dijaring ya ora entuk. Mancing saja,” tegas dia.