Ketua RT Rumah Pribadi Presiden Jokowi Jadi Sekda Solo

Pelantikan Sekda Solo, Ahyani, di Balai Kota Solo, Jumat (22/3/2019). (Solopos - M. Ferri Setiawan)
22 Maret 2019 18:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, melantik Ahyani sebagai sekretaris daerah (sekda) di Balai Tawangarum, kompleks Balai Kota, Jumat (22/3/2019) pagi.

Pelantikan tersebut menjadi momen yang ditunggu lantaran jabatan sekda telah kosong selama delapan bulan. Ahyani menggantikan penjabat (Pj) Sekda Untara. Prosesi pelantikan, pengambilan sumpah, dan serah terima jabatan dihadiri seluruh unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan berbagai instansi negeri dan swasta di Kota Bengawan.

Pelantikan didasarkan pada Keputusan Wali Kota No. 821.2/099/2019 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Solo. Ditemui setelah pelantikan, Ahyani yang hadir bersama istri mengaku tak menyangka bakal dilantik.

Kendati begitu, ia berharap mampu melaksanakan kewajiban dengan baik. “Mutasi ini hanya perpindahan tempat. Saya sudah merasakan sampai 10 kali. Cuma mungkin kalau [menjabat] sebagai sekda, lingkup koordinasinya lebih luas, sampai kewilayahan,” ucapnya.

Meski telah menjabat sekda, lulusan Magister Manajemen Perkotaan Universitas Erasmus Rotterdam Belanda itu tak lantas melepas tugas terdahulu sebagai Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda).

Rangkap jabatan terus dijalani hingga Kepala Bappeda pengganti dirinya dilantik. Ia juga tak melepas tugasnya di lingkungan sosial kemasyarakatan sebagai ketua RT.

Sudah belasan tahun, Ahyani menjadi Ketua RT 008/RW 007 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, yang mencakup kediaman pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Sebenarnya sudah saya tawarkan ke teman-teman kampung, tetapi saat rapat itu enggak ada yang mau. Jadi meski sudah menjadi sekda, sepertinya tidak melepas [jabatan ketua RT],” kata dia.

Meski Jokowi tak lagi terdaftar sebagai warga RT 008, namun ibunda Jokowi dan putra pertama Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, masih ber-KTP Kelurahan Sumber. “Mas Gibran sama eyang [Sudjiatmi Notomihardjo] masih ber-KTP situ. Pak Jokowi juga menganggap dirinya sendiri masih warga situ,” ujar Ahyani, yang sudah dua kali menjadi panitia pernikahan putra-putri presiden.

Wali Kota Rudy menyebut pelantikan sekda sengaja dilakukan setelah musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) selesai. Hal itu untuk mempermudah pekerjaan sekda baru.

“Ada program prioritas yang harus segera dilaksanakan sekda baru. Yang paling penting semuanya harus dikerjakan dengan dasar lurik, lurus dan ikhlas,” kata dia.

Pelantikan Ahyani sebagai sekda sudah diprediksi sebelumnya. Ketua Panitia Seleksi Sekda Solo, Anwar Hamdani, mengaku tidak kaget dengan pemilihan Ahyani. Pria kelahiran 1963 itu memeroleh nilai tertinggi dalam seleksi uji gagasan, kompetensi, home visit, dan wawancara akhir.

“Dari hasil rapat akhir disepakati ranking pertama Ahyani, disusul Rakhmat Sutomo, dan Suwarta. Tapi, jabatan sekda merupakan hak prerogatif wali kota, tidak harus memilih ranking satu,” kata dia dalam rilis yang diterima Solopos.com.

Sementara itu berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com, sebelum menjabat Sekda, Ahyani sempat menduduki beberapa jabatan di Pemkot Solo, yakni Kepala Cabang DPU (2002-2005), Kasubdin Dinas Pasar (2005-2008), Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota (2008-2009), Kepala bagian Administrasi Pembangunan Setda (2009-2011), Kepala Dinas Tata Ruang Kota (2011-2013), dan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (2015-sekarang).