Jelang Pemilu, Selebaran Kampanye Hitam Bertebaran di Sukoharjo

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
22 Maret 2019 14:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Mendekati hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, selebaran berbau kampanye hitam atau black campaign semakin bertebaran di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Selebaran tersebut ditemukan aparat kepolisian di beberapa lokasi di Kabupaten Makmur. Hingga kini aparat kepolisian masih menelusuri pelaku penyebaran selebaran kampanye hitam itu.

"Selebaran yang ditemukan isinya menyerang salah satu pasangan calon presiden. Ini materinya ajakan pergerakan tertentu," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi seusai Apel Siaga Pemilu 2019 di halaman Pemkab Sukoharjo, Jumat (22/3/2019).

Kapolres mengatakan selebaran berbau kampanye hitam ini banyak ditemukan terutama di daerah-daerah pinggiran yang memang jauh dari pusat keramaian. Dia hingga kini masih menelusuri pelaku penyebar selebaran tersebut.

Menurutnya, selebaran kampanye hitam hingga penyebaran berita hoaks menjadi salah satu yang patut diwaspadai. Meskipun sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait dengan berita hoaks dalam konteks pemilu.

"Kami baru sekadar menerima informasi soal berita yang simpang siur melalui aplikasi Whatsapp dan selebaran atau leaflet. Materinya ajakan terhadap pergerakan tertentu dan ini membahayakan kalau dicerna secara langsung oleh masyarakat,” katanya.

Selain berita hoaks, Kapolres juga mewaspadai segala ancaman selama pelaksanaan pemilu, seperti ancaman gangguan keamanan. Polres akan menerjunkan ratusan personel guna mengamankan jalannya pemilu.

Polisi ini akan disebar di seluruh wilayah di Sukoharjo selama pelaksanaan pemilu. "Semua lokasi kami waspadai, tidak ada yang kami sebut ini daerah rawan dan tidak. Semua sama bentuk pengawasan dan pengamanannya," katanya.

Polres Sukoharjo juga tidak akan memberikan toleransi terkait upaya sabotase atau menggagalkan jalannya Pemilu 17 April mendatang. Polisi bersama jajaran TNI akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi 17 April nanti.

Jika terdapat pihak-pihak yang ingin mengacaukan bahkan sabotase jalannya pemilu, akan ditindak tegas. "Pemilu itu bukan ajang untuk saling terpecah dan ajang untuk menebarkan ketakutan di masyarakat. Karena itu, semua elemen harus memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai hal itu," katanya.

Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo, Letnan Kolonel Chandra Ariyadi P., mengatakan hal yang menjadi fokus TNI-Polri adalah memberikan jaminan keamanan akan penyelenggaraan Pemilu mendatang. Terlebih Pemilu 2019 ini merupakan pemilu pertama yang menggabungkan pemilu anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, DPR, DPD serta Presiden secara serentak.

Karena itu, potensi terjadinya peristiwa di luar prediksi, kemungkinan bisa terjadi. Terlebih jika melihat perkembangan situasi yang akhir-akhir ini marak terjadi, khususnya di dunia maya.