Demo Rakit Senjata dan Aeromodeling Prajurit TNI AU Pukau Keluarga

Sejumlah prajurit TNI AU ditutup matanya siap mendemonstrasikan kemahiran bongkar pasang senjata di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar, Rabu (20/3/2019). - Iskandar
22 Maret 2019 06:00 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Ratusan keluarga prajurit Siswa Sekolah Pertama Bintara (Semaba) Prajurit Karier TNI Angkatan Udara (AU) Lanud Adi Soemarmo Desa Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, yang hadir di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Rabu (20/3/2019), mendapat hiburan segar. Acara penutupan Pendidikan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah 469 Bintara TNI AU angkatan ke-43 ini disemarakkan dengan berbagai atraksi menarik.

Di antaranya mereka dihibur dengan demo aeromodeling yang memamerkan keterampilan terbang, demo merakit senjata dengan mata tertutup secara cepat, simulasi pembebasan sandera, bela diri militer dan sebagainya. “Hebat ya, mereka ini dengan mata tertutup bisa merakit senjata berbeda-beda secara cepat,” ujar salah seorang penonton, Ifan, kepada kerabatnya yang menyaksikan demo merakit senjata kemarin.

Pada siang kemarin sejumlah prajurit mendemonstrasikan perakitan senjata di hadapan para pejabat militer termasuk Komandan Kodiklatau Marsekal Muda TNI, Andjar Sungkowo yang menjadi inspektur upacara, Danlanud Adi Soemarmo Kolonel (Pnb) Indan Gilang B. dan sejumlah petinggi lainnya.

Demo itu diawali sejumlah prajurit membawa senjata laras panjang dan pendek. Sesampai di hadapan para petinggi militer itu, sejata dipreteli dan diletakkan di meja. Setelah itu mata mereka ditutup dengan kain hitam. Tempat mereka juga dipindah-pindah sehingga tidak tahu jenis senjata yang harus mereka rakit lagi. Sesaat kemudian prajurit pria dan wanita AU (Wara) dengan mata tertutup itu dengan sigap mampu merakit kembali senjata yang dipreteli menjadi senjata utuh dalam waktu singkat.

Hiburan menarik lainnya berupa aeromodeling yang menampilkan beberapa jenis pesawat kecil yang terbang berseliweran di atas Lapangan Dirgantara, Colomadu. “Kok tidak saling bertabrakan ya, padahal ini ada beberapa yang terbang bersamaan dengan ketinggian hampir sama,” kata salah seorang kerabat prajurit dari DIY, Suharno.

Di sisi lain pemandangan kontras terlihat ketika para lulusan terbaik mendapat ucapan selamat dari keluarga masing-masing setelah pelantikan. Beberapa di antara mereka ada yang emosional sehingga tak kuasa menahan tangis ketika disalami kedua orang tua mereka.

“Ini memang cita-cita saya sejak kecil ingin menjadi tentara. Tentu saya gembira cita-cita saya menjadi tentara sudah terlaksana dan menjadi salah satu yang terbaik,” ujar salah satu lulusan terbaik Semaba TNI AU Lanud Adi Soemarmo angkatan ke-43, Serda Wembi Prastika Aji.

Sementara itu ayah Wembi, Kapten (Inf) Surono yang bertugas di Kodim Bantul, DIY mengaku lega dengan dilantiknya Wembi menjadi Serda TNI AU. Surono mengatakan menjadi TNI memang menjadi cita-cita putranya sejak kecil. Mungkin Wembi dilahirkan di asrama tentara sehingga hal ini sedikit banyak memengaruhi kejiwaan buah hatinya. “Dia sering mengikuti kegiatan saya. Misalnya kalau lagi renang, olahraga halang rintang dan sebagainya sering ikut.”

Di sisi lain Dankodiklatau Marsekal Muda TNI Andjar Sungkowo mengatakan pelantikan ini merupakan puncak perjuangan maksimal yang dilaksanakan para bintara selama mengikuti pendidikan di Skadik 403 Lanud Adi Soemarmo dan Skadik 105 Lanud Adisutjipto Jogjakarta.

“Untuk meningkatkan profesionalisme sebagai prajurit karier mereka dituntut belajar dan berlatih guna meningkatkan kapasitas, kapabilitas, integritas dan kesamaptaan jasmani yang prima, agar senantiasa siap sedia menghadapi tugas-tugas ke depan. Jadikan integritas , profesionalisme, disiplin, loyalitas dan etika sebagai tolok ukur dalam melaksanakan tugas,” tegas Andjar.