Ditanya Pilpres, Pedagang Pasar Wonogiri: Memang Siapa Capres-Cawapresnya?

Ilustrasi TPS Pemilu (Solopos - Whisnupaksa)
22 Maret 2019 13:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kurang dari sebulan lagi, yakni 17 April 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri telah menempuh banyak cara sosialisasi untuk memastikan warga mengetahui semua hal menyangkut pemilu, seperti teknis pemungutan suara, memberi pendidikan politik, dan sebagainya.

Namun, ternyata ada sebagian warga yang hingga saat ini tidak banyak tahu ihwal pemilu. Bahkan, hari pencoblosan pun tidak tahu.

Salah satunya Suparni, penjual pecel di Pasar Kota Wonogiri. Saat ditemui Solopos.com di tempat dia berjualan, Kamis (21/3/2019), perempuan berusia 55 itu mengaku sama sekali tak mengetahui kapan pemungutan suara digelar.

Warga Kedung Ringin, Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, tersebut juga tak mengetahui siapa calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) yang akan berkompetisi pada pemilu tahun ini. Hal itu karena tidak ada seorang pun, termasuk anggota keluarganya, yang memberi tahu dia.

“Saya juga enggak pernah nonton TV. Jadi, saya enggak tahu apa-apa soal pemilu. Memang siapa capres-cawapresnya?” kata Suparni balik tanya.

Kendati demikian dia memastikan akan menggunakan hak pilih jika menerima undangan seperti biasanya ketika ada pemilihan. Suparni merasa akan mengetahui soal pemilu dengan sendirinya jika sudah menerima undangan.

Setidaknya dia akan mengetahui kapan pemungutan suara akan digelar dan di tempat pemungutan suara mana dia harus memberikan suara. Soal siapa capres-cawapres, calon anggota DPRD, DPR, DPRD Jawa Tengah, dan DPRD Wonogiri, Suparni tak menghiraukannya. Namun, sekali lagi, dia menyatakan akan mencoblos.

“Nanti dilihat dulu surat suaranya. Kalau ada yang cocok [berdasar nama, gambar partai, atau wajah capres-cawapres] ya saya pilih,” kata Suparni.

Ditanya apakah sudah mengetahui cara mencoblos, dia mengaku sudah mengetahuinya. Menurut dia, cara mencoblos masih sama dengan saat memberikan hak pilih pada pemilihan-pemilihan sebelumnya. Ketika ditanya ihwal calon anggota legislatif (caleg), dia kembali menjawab tidak tahu.

“Saya hanya tahu caleg yang pernah memberi saya kalender. Karena saya tahunya hanya dia mungkin nanti saya akan memilih dia,” ulas Suparni seraya mengatakan caleg tersebut seorang perempuan.

Pedagang buah di pasar yang sama, Sonem, 50, juga mengaku tak mengetahui soal Pemilu 2019. Menurut dia hingga Kamis itu tidak ada seorang pun yang memberi tahu dia. Warga Karanganyar tersebut mengatakan akan menanyakannya kepada anak atau saudaranya jika sudah pulang ke kampung halaman.

Berbeda halnya dengan juru parkir Pasar Kota Wonogiri, Aris. Lelaki 43 tahun itu cukup banyak tahu ihwal Pemilu 2019, seperti soal waktu pelaksanaan dan capres-cawapres. Hanya, warga Bauresan, Giritirto, Kecamatan Wonogiri itu tak begitu tahu siapa saja calon anggota DPRD Wonogiri, terlebih calon anggota DPRD Jateng, DPR, maupun anggota DPD.

Dia hanya mengetahui caleg yang gambarnya terpampang di baliho atau alat peraga kampanye (APK). "Saya tahu kapan coblosannya dan siapa capres-cawapresnya dari TV,” kata Aris.