13.054 Murid SMA/SMK/MA di Solo Siap Hadapi UNBK

Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (Antara/Zabur Karuru)
23 Maret 2019 10:00 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 13.054 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat di Solo siap menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Maret dan April mendatang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Suyanta, mengatakan jadwal UNBK telah ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk siswa SMK pada 25-28 Maret 2019 sedangkan untuk siswa SMA sederajat pada 1,2,4, dan 8 April 2019.

“Ada 49 SMK dan 45 SMA/MA di Solo yang akan melaksanakan UNBK. Total siswanya sebanyak 13.054 orang. Untuk wilayah Sukoharjo ada 32 SMK dan 27 SMA/MA dengan total 10.842 siswa,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Jumat (22/3/2019).

Guna mematangkan persiapan, pemerintah dan sekolah intensif melakukan simulasi UNBK. Hal itu sudah dilakukan di semua SMA/MA/SMK Kota Solo. Tujuan UNBK di antaranya untuk mengecek kesiapan server, jaringan Internet, dan komputer yang akan digunakan.

Pemerintah juga ingin melihat sejauh mana kesiapan siswa dalam menghadapi ujian akhir nasional. Setelah simulasi dilakukan evaluasi dan pembenahan hingga matang agar UNBK dapat berjalan lancar. “Sekolah intensif melakukan pemeriksaan berkala, khususnya sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam UNBK. Sekolah juga diminta menyiapkan genset sebagai antisipasi jika aliran listrik padam,” ujar dia.

Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo telah mengirimkan surat kepada PLN agar mereka tidak memadamkan aliran listrik pada saat UNBK berlangsung. “Kami harapkan tidak terjadi pemadaman aliran listrik agar UNBK SMA berjalan lancar seperti UNBK SMK. Meski sudah ada MoU atau nota kesepahaman dengan PLN dan Telkom, namun tidak ada salahnya tetap berjaga-jaga,” kata dia.

Terkait soal yang menggunakan sistem Higher Order Thinking Skills (HOTS), Suyanta meminta para siswa tidak menjadikannya sebagai beban. Soal dengan sistem HOTS sama dengan soal-soal lainnya. Dengan banyak latihan, lanjut dia, pasti akan semakin mudah memahami. “Sistem HOTS digunakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan daya nalar anak didik,” ujar dia.