Perbaiki Listrik, Pria Laweyan Solo Meninggal Dunia Tersengat Arus

Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi korban tersengat arus listrik di Jl. KH Agus Salim No. 60, Solo, Sabtu (23/3/2019). (Istimewa - Operator Damkar Suparji Atut)
23 Maret 2019 21:40 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Seorang warga Kecamatan Laweyan di Jl. KH Agus Salim No. 60, Solo, meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat memperbaiki jaringan listrik di rumahnya, Sabtu (23/3/2019). Proses evakuasi korban pun terhambat oleh jaringan listrik di rumah itu.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Solo langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi setelah mendapatkan laporan. Kepala Damkar Solo Gatot Sutanto mengatakan laporan yang masuk ke pihaknya disampaikan oleh anggota PPS Laweyan bernama Kristina pada pukul 16.05 WIB. Diketahui, warga Laweyan yang menjadi korban sengatan listrik bernama Hery Supriyadi.

“Warga yang meninggal bernama Hery Supriyadi. Meninggal karena tersengat arus listrik saat memperbaiki instalasi listrik di rumahnya sendiri. Sudah dilakukan evakuasi oleh petugas Damkar Solo. Kami menerima laporannya pukul 16.05 WIB dan langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Sementara itu, operator Damkar Solo yang memimpin proses evakuasi, Suparji Atut, menjelaskan kronologi penyelamatan korban. Laporan masuk dari anggota PPS Laweyan Kristina saat berada di lokasi sekitar TKP. Kristina langsung menghubungi pihak Damkar Solo melalui telepon untuk melaporkan insiden tersebut.

“Laporan masuk pada pukul 16.05 WIB melalui telepon. Saksi menelpon salah satu anggota kami, tapi kami baru bisa sampai lokasi pada pukul 16.50 WIB karena informasi yang telat masuk. Sekitar selisih setengah jam dari waktu kejadian,” terangnya.

Atut menjelaskan proses evakuasi terkendala jaringan listrik yang masih ada meskipun arus sudah dipadamkan. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan PLN untuk memutus arus listrik. Proses evakuasi dilakukan oleh 4 personel damkar dibantu seorang anggota Basarnas.

“Kami datang membawa 3 unit Damkar yang berisi 18 personel. Untuk berjaga-jaga jika listrik menimbulkan kebakaran. Evakuasi korban Hery Supriyadi dilakukan oleh empat personel fire rescue Damkar Solo dan satu personel Basarnas. Setelah berhasil diturunkan, korban dibawa oleh PMI Solo untuk dibawa ke RSUD dr Moewardi, Solo,” ungkapnya.

Terkait status korban, Atut menjelaskan saat melakukan pengecekan denyut nadi, petugas tidak menemukan adanya denyut nadi. Meskipun begitu, dia menyerahkan status meninggalnya korban terhadap rumah sakit yang lebih paham tentang medis.

“Kami hanya melakukan evakuasi. Untuk sementara kami memang tidak menemukan adanya denyut nadi di tubuh korban. Tapi, kembali lagi kami bukan ahli medis. Untuk status kondisi korban kami serahkan kepada pihak RSUD dr Moewardi,” paparnya.