Pemilu 2019: 2.000 Aparat Diterjunkan di Klaten, Arak-Arakan Kendaraan Dilarang

Knalpot tak seusai standar di sepeda motor yang disita polisi Klaten. (Solopos - Ponco Suseno)
23 Maret 2019 11:30 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Sedikitnya 2.000 aparat keamanan bakal diterjunkan guna menjaga keamanan selama berlangsung Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019). Di sisi lain, polisi bakal melarang adanya arak-arakan kendaraan motor saat berlangsung masa kampanye terbuka, Minggu (24/3/2019)-Sabtu (13/4/2019).

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lapangan, ratusan petugas keamanan yang diproyeksikan diterjunkan saat Pemilu 2019 mengikuti Apel Gelar Pasukan di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten, Jumat (22/3/2019) pagi.

Sepanjang apel berlangsung, perwakilan anggota Polri/prajurit TNI, partai politik (parpol), dan perwakilan masyarakat di Klaten membacakan deklarasi terkait netralitas Polri/prajurit TNI dan mendukung penuh suasana yang kondusif bagi perwakilan parpol dan masyarakat. Pascaapel berlangsung, dilanjutkan simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota).

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan sekitar 2.000 anggota keamanan yang diterjunkan terdiri dari anggota Polri/prajurit TNI. Nantinya, pengamanan Pemilu 2019 juga akan didukung ribuan petugas Linmas dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Bersinar.

“Dengan jumlah anggota yang ada, kami siap menjaga iklim kondusivitas di Klaten saat Pemilu 2019 berlangsung. Kami yakin, situasi di Klaten akan tetap kondusif. Sebelum Pemilu 2019, di Klaten sudah berlangsung pemilihan kepala desa (pilkades) yang diikuti 269 desa. Hasilnya lancar dan tak ada satu pun yang menggugat. Di Klaten tak ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai rawan,” kata AKBP Aries Andhi, saat ditemui wartawan di sela-sela Apel Gelar Pasukan, Jumat.

Arak-arakan kendaraan dilarang

AKBP Aries Andhi mengatakan fokus yang dilakukan aparat keamanan menjelang Pemilu 2019, yakni memantau kondusivitas saat berlangsung kampanye terbuka, 24 Maret 2019-13 April 2019. Sepanjang kampanye terbuka, kapolres melarang arak-arakan kendaraan. Terlebih, arak-arakan kendaraan tersebut melanggar peraturan lalu lintas.

“Tidak diperkenankan adanya arak-arakan kendaraan. Termasuk arak-arakan yang hanya melintasi jalan di Klaten. Bagi pengendara yang tak mematuhi peraturan, kami tink tegas berupa pemberian surat tilang. Hal itu seperti menggunakan knalpot cemplong, mobil bak terbuka atau truk untuk mengangkut orang, dan pelanggaran lalu lintas lainnya. Saat ini sudah ada 100-an unit sepeda motor yang disita di Polres Klaten gara-gara berkenalpot cemplong. Penyitaan itu akan berlangsung hingga Pemilu 2019 rampung,” katanya.

Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten, Letkol (Inf) Eko Setyawan, mengatakan petugas keamanan selalu berkomitmen menjaga netralitas saat Pemilu 2019. Jumlah prajurit TNI yang diterjunkan guna mem-back up polisi mencapai 419 orang.

“Kami berpesan kepada semuanya agar selalu mematuhi peraturan yang ada [di Pemilu 2019],” katanya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengharapkan situasi di Kabupaten Bersinar tetap kondusif saat berlangsung Pemilu 2019. Berbagai persiapan guna menyukseskan Pemilu 2019 sudah dilakukan jauh-jauh hari. “Semoga Pemilu 2019 berjalan lancar,” katanya.

Anggota Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Klaten, Wandyo Supriyatno, mengatakan jumlah pemilih Pemilu 2019 di Kabupaten Bersinar berkisar 1 juta-an orang. Total TPS di Pemilu 2019 mencapai 4.312 TPS.

“Terkait surat suara yang sudah dikirim ke KPU Klaten, yakni Pilpres 2019, DPD, DPR RI. Soal kurangnya berapa, saya tak hafal secara detail. Sedangkan, surat suara DPRD provinsi dan DPRD kabupaten belum datang hingga siang ini [kemarin siang],” katanya.