Dokter Kecil Mengajarkan Hidup Sehat Sejak Dini

Pemateri memberi pembekalan kepada para dokter kecil ketika pelatihan di Gedung Serbaguna Desa Klodran, Colomadu,Karanganyar, Kamis (21/3). - Iskandar
23 Maret 2019 03:00 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puluhan dokter kecil se-wilayah kerja Puskesmas Colomadu II mengikuti pelatihan penanganan kesehatan di Gedung Serbaguna Desa Klodran, Colomadu, Karanganyar, Kamis (21/3/2019). Mereka berasal dari lima desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Colomadu II yaitu, Blulukan, Baturan, Klodran, Tohudan, dan Gedongan.

“Pelatihan dokter kecil ini diikuti 13 sekolah. Masing-masing sekolah mengirimkan enam wakilnya,” ujar Kepala Puskesmas Colomadu II, Ririn Nurliyani ketika ditemui di Colomadu, Kamis.

Menurut dia, para dokter kecil ini terdiri atas para siswa kelas IV dan V siswa sekolah dasar (SD) putra dan putri. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Masa kerja dokter kecil tahun lalu sudah habis. Setiap tahun banyak dokter kecil yang sudah hampir lulus dari SD sehingga pihaknya harus mengader generasi baru.

Ririn mengutarakan tujuan mendidik dokter kecil adalah untuk mengajari perilaku mereka hidup bersih, sehat, dan mengajak teman-temannya. Mereka diharapkan menjadi teladan bagi teman-teman lainnya menuju hidup bersih dan sehat terutama di lingkungan sekolah.

Mereka juga bertugas memantau kebersihan di lingkungan sekolah, membantu tenaga kesehatan menangani jika ada temannya di sekolah yang sakit dan sebagainya. Intinya mereka diajari mengobati temannya yang sakit di lingkungan sekolah. Hasil penanganan kegiatan itu nanti dicatat untuk kelengkapan administrasi.

“Pada pelatihan tadi anak-anak juga diberi waktu untuk pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan. Terutama yang terjadi di lingkungan sekolah,” ujar Ririn.

Menurut dia, dokter kecil merupakan input usaha kesehatan sekolah. Upaya kesehatan sekolah ini bisa berjalan karena ada dokter kecil. Keberlangsungan dokter kecil tergantung sekolah masing-masing. Sebenarnya sekolah yang mengaktifkan dokter kecil mempunyai beberapa keuntungan. Di antaranya jika sekolah menggelar upacara dan ada yang pingsan, dokter kecil ini bisa menjadi dokter.

“Dokter-dokter kecil yang sudah dilatih ini mengerti obat-obat sederhana sehingga mereka bisa memberi pertolongan,” ujar Ririn.

Diharapkan dengan adanya dokter kecil ini sekolah juga bisa menjalankan perilaku hidup bersih sehat di sekolah. Sebagai teladan adalah para dokter kecil yang telah mendapat pelatihan tersebut.