SMK Bhineka Karya Solo Belum Punya Partner Industri

Ilustrasi sekolah. (Dok)
24 Maret 2019 16:27 WIB Agnes Yustin Roswita Solo Share :

Solopos.com, SOLO — SMK Bhineka Karya (BK) Solo belum memiliki partner kerja sama di dunia industri. Akibatnya para siswa belum mempunyai pengalaman dalam menjual produk-produk karya mereka.

SMK Bhineka Karya merupakan sekolah swasta yang memiliki dua jurusan, yakni jurusan teknik permesinan dan jurusan teknik otomotif. Menurut Wakil Kepala Humas SMK BK, Sigit Pramono, sekolah tersebut belum punya partner kerja sama dengan perusahaan atau industri.

Sejauh ini, para siswa hanya menggarap produk-produk untuk perlengkapan fasilitas sekolah. Mereka membuat rak tanaman, meja, kursi, dan beberapa perlengkapan lain. “Kami belum mengadakan kerja sama dengan perusahaan atau industri bidang permesinan dan otomotif. Hal tersebut terjadi karena banyak kendala, salah satunya terkait mayoritas orang tua para siswa yang merupakan pekerja informal. Mereka hanya sanggup membayar uang Sumbangan Pembinaan Pembangunan [SPP],” kata Sigit Pramono saat ditemui Solopos.com, Kamis (21/3/2019).

Selama ini para siswa hanya menggarap pekerjaan bengkel di lingkungan sekitar sekolah. Beberapa waktu lalu, para siswa pernah dipercaya menggarap gerobak sampah. Ia mengatakan sekolah masih berupaya untuk mencari partner kerja sama dengan perusahaan atau industri lain.

Sebelumnya, Asisten Pengembangan Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Solo, Agus Sutrisno, mengatakan setiap SMK wajib memiliki partner kerja sama dengan perusahaan. Tujuannya mengembangan potensi setiap siswa dalam menghadapi masa depan mereka.