Mobil Perdesaan Produksi Kiat Motor Klaten Lebih Laku di Luar Jawa

Bos PT KMWI, Sukiyat, berpose dengan mobil perdesaan Kiat Mahesa Nusantara (KMN) di bengkelnya, Jl. Solo-Jogja, Mlese, Ceper, Klaten, Sabtu (23/3/2019). (Solopos - Ponco Suseno)
24 Maret 2019 14:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) bertekad merampungkan produksi mobil perdesaan bermerek Kiat Mahesa Wintor (KMW) sebanyak 1.500 unit dalam waktu dekat.

Pemesan alat mekanisasi multi guna perdesaan itu ternyata lebih laku di kalangan masarakat luar Pulau Jawa. Hal itu terlihat dari jumlah pemesan yang didominasi dari luar Jawa.

Bos PT KMWI, Sukiyat, saat ditemui wartawan di bengkelnya di Jalan Solo-Jogja wilayah Mlese, Ceper, Klaten, Sabtu (23/3/2019), mengatakan produksi massal KMW sudah dimulai sejak Januari 2019. Lokasi produksi tersebut berada di Citeureup, Bogor.

Dalam perkembangannya nanti, lokasi kantor pusat produksi massal KMW itu tetap di Kabupaten Klaten. “Saat ini, KMW baru dproduksi 1.500 unit. Selanjutnya akan diproduksi sebanyak 3.500 unit hingga 15.000 unit,” kata Sukiyat.

Sukiyat mengatakan pemesan KMW tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. Dari jumlah pemesan itu paling banyak dari luar Pulau Jawa. “Banyak pemesan dari Banjarmasin, Kalimantan, dan Sumatra,” katanya.

Sukiyat mengatakan mobil perdesaan KMW difungsikan mendukung peningkatan produktivitas pertanian di perdesaan. Selain memproduksi KMW, Sukiyat juga bersiap memproduksi mobil Kiat Mahesa Nusantara (KMN).

“KMW itu sudah ada izinnya. Sedangkan KMN hingga sekarang belum keluar izinnya,” imbuh dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, mobil desa KMW memiliki panjang 341 cm, lebar 136 cm, dan tinggi 194 cm. Bobot total mobil tersebut mencapai 800 kg.

Daya angkut mencapai 700 kg di jalan datar dan 500 kg di jalur mendaki. Mobil ini bertransmisi manual empat percepatan maju dan satu mundur. Mobil dilengkapi dengan empat rem cakram di empat rodanya.

“Mesin KMW mencapai 650 cc. Manuver KMW ini lebih luas,” kata Sukiyat.