Lewat Gelar Budaya Bawaslu Ajak Warga Awasi Pemilu

Penampilan Orkes Melayu MG 86 Cendol Dawet Abah Lala pada Gelar Budaya Lokal: Sosialisasi Partisipatif dengan Parade Kesenian oleh Bawaslu di Plasa Alun-alun Karanganyar, Rabu (20/3/2019). - Wahyu Prakoso
24 Maret 2019 22:40 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karanganyar sosialisasikan pengawasan Pemilu 2019 melalui pergelaran kesenian lokal di Plasa Alun-alun Karanganyar, Rabu (20/3/2019). Bawaslu Karanganyar serukan kolaborasi kepada masyarakat untuk turut aktif mengawasi setiap tahapan Pemilu.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, seribuan orang membantuk huruf U menonton pertunjukan Reog Ponorogo dari Sardolo Tirto Manunggal Gondangrejo pada pukul 18.30 WIB. Di barat panggung, panitia menyediakan stan swafoto. Para pengunjung dapat memilih berbagai aksesori tulisan yang disediakan panitia, antara lain, "Lupakan Politik Uang; Say No to Hoax!; Beli Suaraku Tidak Semudah Itu Gaes," dan lain-lain.

Di sela-sela acara, kedua pembawa acara mengingatkan pengunjung untuk tidak hanya menggunakan hak pilihnya ke tempat pemungutan suara pada 17 April 2019 mendatang, tetapi juga sadar mengawasi setiap tahapan Pemilu 2019.

Kemeriahan berlanjut ketika Orkes Melayu MG 86 Cendol Dawet Abah Lala dari Boyolali memasuki panggung pukul 20.30 WIB. Para penonton merapat ke arah panggung. Ketika salah satu anggota orkes menyapa,“Cendol.” Penonton menyahut,“Dawet lima ratusan.” Orkes tersebut menghibur masyarakat hingga pukul 22.00 WIB.

Ketua Bawaslu Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti, mengatakan, tujuan dilangsungkan acara malam kemarin untuk mengajak masyarakat berkolaborasi mewujudkan Pemilu yang adil, jujur, dan berkualitas. Dia mengaku, dipilihnya gelar budaya karena lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami berharap masyarakat juga punya tanggung jawab untuk memeriahkan pesta demokrasi, kolaborasi menyukseskan Pemilu melalui pengawasan pada setiap tahapan Pemilu 2019. Kami minta bantuan masyarakat meningkatkan kesadarannya, apabila ada pelanggaran, segera lapor ke Bawaslu,” katanya kepada wartawan.

Nuning menjelaskan, dengan diadakan serangkaian agenda sosialisasi oleh Bawaslu hingga malam kemarin masyarakat sudah turut aktif memberikan pengawasan. Dia mengaku sering menerima laporan dari masyarakat terkait pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang dipasang tidak sesuai aturan. Dikatakannya akhir bulan Maret 2019 akan melakukan penertiban APK.