Dilantik Jadi Sekda Solo, Ini Prioritas Program Ahyani

Pelantikan Sekda Solo, Ahyani, di Balai Kota Solo, Jumat (22/3/2019). (Solopos - M. Ferri Setiawan)
25 Maret 2019 05:00 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo resmi dijabat oleh Ahyani, yang memeroleh nilai tertinggi dalam seleksi yang dilakukan beberapa waktu lalu. Selain menjabat Sekda, Ahyani masih harus mendobel jabatan sebagai pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda). Ditemui usai pelantikan, Jumat (22/3/2019), Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menjabarkan sejumlah prioritas yang harus dilakukan Sekda baru.

Di antaranya menindaklanjuti Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019. Selain itu juga harus membuat rancangan APBD 2020 dan KUA PPAS-nya. Penerapan anggaran harus sesuai dengan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Kota yang digelar dua pekan kemarin.

“Awal Juni harus sudah selesai [KUA PPAS APBD P 2019]. Kemudian skala prioritas untuk RAPBD 2020 juga harus disusun. Setelah itu rapat dengan Baperjakat [Badan pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan] untuk menempatkan personel di sejumlah jabatan yang kosong. Pada tahun ini dan tahun berikutnya sudah ada daftar sejumlah kepala OPD [organisasi perangkat daerah] yang pensiun,” kata Rudy, Jumat.

Selama enam bulan pertama, sambungnya, sekda baru akan menjalani masa percobaan yang lantas dievaluasi. Evaluasi digunakan untuk menilai apakah kinerjanya sudah sesuai harapan atau sebaliknya. “Evaluasi tersebut merupakan hal lumrah bagi pejabat. Karena itu dalam setiap surat pengangkatan terdapat kalimat yang berbunyi perubahan atas keputusan bisa terjadi apabila diperlukan.”

Dijumpai terpisah, Ahyani, mengaku memiliki prioritas program dalam pengentasan kemiskinan di Kota Bengawan. “Angka kemiskinan kami sudah di bawah rata-rata nasional, tapi masih tinggi. Target kami kan ya setidaknya di angka 7 persen atau 6 persen. Sekarang kan 9 persen. Tahun ini bisa kami dorong mudah-mudahan bisa di kisaran 7 persen,” kata dia.