PLN Siaga Hingga 24 Mei Demi Sukseskan Pemilu

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Hariyanto, saat diwawancarai wartawan di SMA Negeri 1 Solo, Senin (25/3/2019). (Solopos - Bayu Jatmiko Adi)
25 Maret 2019 21:15 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT PLN (Persero) memastikan kesiapannya memenuhi kebutuhan listrik guna mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, April nanti. PLN memberlakukan masa siaga hingga 24 Mei nanti.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero), Hariyanto, mengatakan pemilu merupakan agenda rutin nasional. Untuk menyambut agenda itu, PLN telah menyiapkan segala sesuatunya.

"Kami siaga sejak 17 Maret-24 Mei [2019], sampai penghitungan [suara] selesai. Mohon doanya agar kami bisa melakukan tugas luar biasa ini dan berkontribusi langsung dalam pemilu," terang dia di akhir acara Program PLN Mengajar di SMA Negeri 1 Solo, Senin (25/3/2019).

Menurutnya, persiapan yang dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. Mulai penyiapan bahan bakar, persiapan mesin, pemeliharaan listrik, jaringan transmisi dan sebagainya.

"Termasuk tenaga cadangan backup di kantor-kantor KPU [Komisi Pemilihan Umum], di TPS [tempat pemungutan suara], sampai dengan pengamanan aset fisik dengan aparat keamanan. Kami mencegah dan menghindari gangguan," lanjut dia.

Manajer Bagian Transaksi Energi Listrik Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solo, F. Joko Ispraptono, mengimbau masyarakat tidak memasang alat peraga kampanye (APK) di sekitar jaringan PLN tanpa memperhatikan jarak aman. Hal itu untuk menghindari gangguan yang bisa berakibat fatal.

Sedangkan untuk kebutuhan listrik di tahun politik, menurutnya tidak ada persoalan. Dari pengalaman sebelumnya, kebutuhannya tidak sebanyak Lebaran maupun Tahun Baru.

Kebutuhan listrik saat pemilu biasanya tidak melonjak banyak. Cakupan daya di wilayah Jawa Tengah dan DIY per 27 Februari 2019 lalu memiliki pasokan sekitar 5.835 MW baik untuk siang dan malam hari.

Untuk rencana beban di siang hari sekitar 3.732 MW, rata-rata beban 3.646 MW dan cadangan 2.103 MW. Kemudian untuk malam hari, rencana beban 4.199MW, rata-rata beban 4.055 MW dan cadangan 1.636 MW.