Petugas Gabungan Sukoharjo Dikerahkan Usir Kera di Tiyaran

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi berdialog dengan warga di Desa Tiyaran, Bulu, yang terdampak serangan kera, Jumat (15/3/2019). (Solopos - Indah Septiyaning W.)
25 Maret 2019 17:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mengerahkan petugas gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) guna mengatasi persoalan serangan kera di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu.

Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab untuk mengatasi persoalan in. Selain penghijauan atau penanaman pohon sebagai usaha penyediaan pangan bagi kawanan kera di gunung juga dilakukan pengendalian populasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan penanganan serangan kawanan kera liar tidak sebatas mengusir agar tidak merusak tanaman dan rumah warga, namun juga penyediaan bahan pangan pada habitatnya di gunung.

Tidak kalah penting yakni dengan pengendalian populasi mengingat dalam perkembanganya kera di wilayah pegunungan di Kecamatan Bulu semakin banyak. "Tim gabungan Pemkab dari BPBD, petugas pemadam kebakaran dan Satpol PP serta instansi terkait lain melibatkan TNI-Polri dikerahkan membantu warga dalam penanganan serangan kera," kata dia ketika berbincang dengan wartawan, Senin (25/3/2019).

Para petugas diterjunkan membantu warga mengatasi serangan kera liar di Desa Tiyaran. Salah satu caranya dengan mengusir kawanan kera. BPBD juga tengah merumuskan cara agar ke depan serangan kawanan kera liar tidak lagi terjadi dan meresahkan warga.

Belakangan ini kera tidak hanya menyerang saat musim kemarau tapu juga musim penghujan. Dia mengatakan upaya yang sudah dilakukan di antaranya penghijauan atau penanaman pohon sebagai usaha penyediaan pangan bagi kawanan kera di gunung di wilayah Kecamatan Bulu.

Namun hal itu tak cukup mampu mengusir kawanan kera. "Jadi perlu dicarikan solusi dan sekarang sedang dirumuskan. Salah satu rumusan yang muncul adalah menjaga atau merawat habitat alam di gunung," katanya.

Selain itu rumusan lainnya adalah mengendalikan populasi kera di gunung di wilayah Kecamatan Bulu. Jumlah kera diperkirakan semakin banyak. Serangan kawanan kera juga diwaspadai agar tak meluas ke wilayah lain.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan petugas Pemadam Kebakaran membantu BPBD dalam mencari solusi penanganan serangan kawanan kera liar. Petugas sekarang baru fokus dengan penanganan mengusir kawanan kera liar saat turun gunung dan menyerang warga.

"Ada temuan kera sampai masuk ke rumah warga untuk mencari makanan. Petugas sementara mengusirnya karena kera itu juga menyerang warga," ujarnya.

Kepala Desa Tiyaran, Sunardi, mengatakan serangan kera semakin merajalela. Serangan kera tersebut meresahkan warga lantaran menyerang dan merusak tanaman yang ada.

"Jika sebelumnya kera hanya menyerang di sekitar bukit, saat ini kawanan kera meluaskan area serangan hingga di seberang jalan raya," katanya

Kawanan kera tersebut menyerang tanaman milik warga seperti tanaman kacang, ketela pohon dan lainnya. Pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak terhadap kawanan kera tersebut.

Selain jumlahnya banyak, kera-kera tersebut juga sudah tidak takut lagi jika hanya diusir pakai tangan kosong. "Karena itu saat ini banyak warga yang mengusir pakai senapan angin," katanya.

Menurutnya, menggunakan senapan angin menjadi opsi warga karena kawanan kera baru bubar saat ada suara keras. Sunardi mengatakan kemungkinan kera-kera tersebut turun ke pemukiman warga karena lokasi mereka mencari makan sudah tidak ada lagi. Musim hujan disertai angin mengakibatkan banyak pohon di bukit ambruk.