Pertarungan Dapil 1 Sukoharjo Diwarnai Kompetisi Meraih Simpati Kaum Milenial

Ilustrasi TPS Pemilu (Solopos - Whisnupaksa)
25 Maret 2019 21:09 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Persaingan di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Sukoharjo, Bendosari, dan Nguter diprediksi bakal keras. Para calon legislatif (caleg) bakal memperebutkan jatah 11 kursi di Dapil 1.  Mereka bakal all out bergerilya hingga ke wilayah pedalaman demi menarik simpati masyarakat.

Berkaca pada hasil Pileg 2014, PDIP mendominasi dengan perolehan lima kursi di parlemen. Sementara sisa kursi legislatif lainnya diraih Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar yang masing-masing mendapatkan satu kursi legislatif.

Mayoritas anggota legislatif periode 2014-2019 kini kembali maju sebagai caleg petahana. Mereka bakal bertarung dengan para caleg baru yang sebagian besar merupakan kaum muda atau kalangan milenial. Para caleg baru berupaya menggoyang petahana dengan menyasar para generasi muda yang menjadi pemilih pemula.

Terlebih, jumlah pemilih pemula di wilayah Sukoharjo, Bendosari, dan Nguter cukup banyak. Mereka bakal berkompetisi menarik simpati kaum milenial itu. “Justru caleg muda diuntungkan karena banyak kaum milenial di wilayah perkotaan. Caleg baru dan petahana sama-sama berpeluang merebut kursi legislatif,” kata seorang caleg PDIP di Dapil 1, Riadhus Surya Setiabudi, saat berbincang dengan Solopos, Jumat (22/3/2019).

Pria yang akrab disapa Ari ini menyampaikan karakteristik kaum milenial yang menjadi pemilih pemula berbeda dengan pemilih lainnya. Mereka cenderung open minded atau memiliki pengetahuan tinggi di dunia politik. Namun, tak sedikit kaum milenial yang apatis dengan politik termasuk pileg.

Para kaum milenial menjadi kantong suara yang paling menjanjikan bagi para caleg baru. “Pada Pileg 2014, PDIP mampu meraih lima kursi parlemen. Sementara target perolehan kursi pada Pileg 2019 sebanyak enam kursi,” ujar dia.

Para caleg harus bekerja ekstra keras agar mampu meraih suara terbanyak pada pesta demokrasi terbesar di Indonesia. Selain kaum milenial, para caleg juga menyasar kalangan akar rumput atau grass root di perdesaan yang cenderung mudah dipengaruhi dibanding masyarakat perkotaan.
Masyarakat perdesaan masih dipengaruhi kultur adat dan tokoh sentral yang menjadi panutan. “Kendati partai baru namun saya tak gentar dan siap bersaing sehat dengan parpol lama. Mampu meraih satu kursi legislatif cukup realistis,” kata caleg Partai Berkarya, Edi Budiyono.

Sementara caleg petahana asal Partai Gerindra, Nikolaus Roni Setiawan, mengungkapkan mengedepankan pendekatan personal dengan berbagai lapisan masyarakat di wilayah perkotaan. Mereka memiliki wawasan politik dan berlatar pendidikan tinggi sehingga cara paling efektif untuk menarik simpati adalah pendekatan personal.