Tukang Becak Sragen Deklarasikan Dukung Jokowi-Ma’ruf

Perwakilan tukang becak Sragen menyatakan dukungan kepada capres-cawapres Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 di dekat Jembatan Gambiran, Sine, Sragen Kota, Sragen, Senin (25/3/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
25 Maret 2019 14:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Seratusan orang tukang becak mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) di dekat Jembatan Gambiran, Sine, Sragen, Senin (25/3/2019).

Deklarasi dukungan tersebut difasilitasi Sukarelawan Jokowi-Ma’ruf. Deklarasi dipimpin perwakilan tukang becak, Wawan, dan disaksikan seratusan tukang becak dan puluhan sukarelawan Jokowi-Ma’ruf.

Mereka membawa becak masing-masing yang diparkir menghadap jalan di pinggir Jl. Raya Sukowati yang merupakan jalan protokol Kota Sragen. Di depan becak dipasang banner dengan foto Jokowi-Ma’ruf.

Dalam kesempatan itu, mantan Bupati Sragen Untung Wiyono yang juga pembina Sukarelawan Jokowi-Ma’ruf turut memberi motivasi kepada para tukang becak agar tidak goyah dalam mempertahankan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf.

Ketua Sukarelawan Jokowi-Ma’ruf Kabupaten Sragen, Joko Siswanto, mengklaim jumlah tukang becak yang mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf ada 240 orang. Joko berpesan kepada para tukang becak agar tetap memasang banner bergambar Jokowi-Ma’ruf selama bekerja.

Para sukarelawan Jokowi-Ma’ruf juga memberi topi kepada mereka dengan label Jokowi-Ma’ruf. “Hari ini merupakan hari kampanye. Silakan nanti ikut berkampanye di Gedung Sasana Manggala Sukowati [SMS] Sragen pada pukul 13.00 WIB nanti. Para tukang becak boleh bergabung dan tetap mengenakan atribut kaus Jokowi-Ma’ruf,” ujarnya.

Pembina Sukarelawan Jokowi-Ma’ruf Sragen, Untung Wiyono, mengingatkan para tukang becak saat mau mencalonkan diri sebagai Bupati Sragen belasan tahun silam. Untung juga mengingatkan saat menjabat Bupati pernah mendirikan koperasi tukang becak dan memberi bantuan Rp50 juta.

“Sekarang mau minta apa? Silakan dipikirkan ke depan mau apa? Nanti untuk lebih lanjutnya dibicarakan setelah pemilu. Nanti disemprit Panwaslu [Panitia Pengawas Pemilu] dan dikira nyogok,” ujarnya.

Untung menekankan Jokowi orang yang baik tetapi justru difitnah dengan berita-berita hoaks. Untung berkomitmen melawan segala macam fitnah kepada Jokowi dengan cara memahamkan tentang figur Jokowi kepada publik, salah satunya kepada para tukang becak di Sragen.

“Kalau ingin jadi petarung sejati bukan dengan cara menyebar fitnah. Katanya kalau Jokowi menang UU perkawinan sesama lawan jenis akan disahkan. Itu fitnah dan hoaks. Bahaya fitnah dan hoaks bisa mengancam keutuhan NKRI,” ujarnya.

Dia menyatakan kekuatan Jokowi sekarang dari orang-orang miskin seperti halnya Untung saat menjabat Bupati. Tukang becak merupakan represetasi orang miskin. “Banyaknya kartu-kartu yang dikeluarkan Presiden Jokowi itu untuk membantu orang miskin,” ujarnya saat diwawancarai wartawan.