Umbul Tirah dan Cerita Pabrik Karet di Sempu Boyolali

Seorang warga melihat kawasan Umbul Tirah di Dukuh Dawung, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Boyolali, Jumat (22/3 - 2019). Umbul Tirah menjadi salah satu potensi di desa tersebut.
25 Maret 2019 07:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Air menjadi problematika pertanian di Desa Sempu, Kecamatan Andong, Boyolali. Karakteristik tanah kering menjadikan 74 hektare sawah di desa ini hanya mengandalkan hujan sebagai sumber pengairan.

Sumur-sumur pantek dibuat satu paket dengan pemasangan pompa submersible agar volume air yang didapatkan dari dalam tanah menjadi lebih banyak.

Beruntung, Desa Sempu punya belasan sumber air, yang terbesar adalah Umbul Tirah. Umbul tersebut terletak di Dukuh Dawung. Kini Umbul Tirah menjadi salah satu mata air andalan petani.

Pihak desa juga tengah mengembangkannya menjadi objek pariwisata dengan membangun kolam pada sumber air tersebut.

Melihat sejarahnya, Umbul Tirah dulu tidak dimanfaatkan sebagai sarana pertanian. Di masa kolonial, umbul yang kali pertama ditemukan oleh orang-orang Belanda itu menjadi sumber air bagi pabrik karet yang dibangun di sisi timur Dawung.

Dari cerita ini menunjukkan pada zaman kolonial ekonomi wilayah Sempu pernah berjaya dengan adanya pabrik karet.

Tak hanya itu, air Umbul Tirah yang bening membuat warga tak perlu memasak dahulu sebelum mengonsumsinya. Selain itu, air di Umbul Tirah juga dipercaya membawa keberuntungan dan dapat menyembuhkan penyakit.

Awalnya, orang-orang Belanda pulalah yang membuat kotak-kotak pembatas di sisi mata air. Tujuannya agar sumber mata air bisa dimanfaatkan sebagai pemandian pada masa itu.

“Air yang tidak pernah habis mungkin menjadi alasannya,” tutur Kepala Desa Sempu, Suyatna, saat berbincang dengan Solopos.com, beberapa waktu lalu.

Pihak desa kini memanfaatkan Sendang Tirah sebagai objek wisata desa. Sejak 2018 lalu mereka menggelontorkan dana desa untuk membuat kolam yang lebih besar di sendang ini. Saat ini satu kolam renang sudah jadi dan direncanakan sebagai pemandian anak-anak. “Nanti akan ada juga pemandian dewasa yang dikerjakan secara bertahap,” kata Kades.