Pertarungan Dapil IV Boyolali: Menakar Pengaruh Politikus Loncat Partai

Ilustrasi TPS Pemilu (Solopos - Whisnupaksa)
25 Maret 2019 08:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Pertarungan politik menjelang Pemilu Legislatif 2019 khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) IV Boyolali (Simo, Andong, Klego, Nogosari) bakal lebih gereget.

Sepuluh jatah kursi yang tersedia di dapil itu akan diperebutkan 75 calon anggota legislatif (caleg) dari sebelas partai politik. Lima caleg di antaranya adalah petahana atau anggota DPRD aktif yang kini kembali mencalonkan diri.

Para petahana meliputi tiga orang asal PDIP, serta dari Partai Gerindra (hasil pengganti antarwaktu atau PAW), Partai Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN), masing-masing satu petahana.

Jika 6 petahana itu diasumsikan masih memiliki performa yang sama dengan Pemilu 2014, maka dapil IV ini hanya menyisakan empat kursi. Empat kursi itu akan diperebutkan caleg pendatang.

Pertarungan politik di dapil ini juga menjadi pertaruhan bagi Gerindra dan PDIP. Mampukan Gerindra mempertahankan satu kursinya di dapil IV dan apakah PDIP bisa menambah perolehan kursi?

Pertanyaan ini muncul seiring “loncatnya” kader Gerindra ke PDIP. Sebagai informasi, akhir masa keanggotaan DPRD Boyolali 2014-2019 telah menyisakan peta baru bagi Gerindra dan PDIP di dapil IV. Salah satu kader Partai Gerindra, Tiyono, sejak 2018 mengundurkan diri dan bergabung dengan PDIP.

Tiyono yang sebelumnya merupakan anggota DPRD Boyolali ini kemudian di-PAW oleh kader Gerindra lainnya, Purwanto.

Pada pemilu kali ini, Tiyono kembali nyaleg di dapil yang sama melalui PDIP. Meskipun pada Pemilu 2014 lalu PDIP sudah mampu menguasai lima dari sepuluh kursi, namun bergabungnya Tiyono diharapkan mampu memompa perolehan suara bagi partai berlambang kepala banteng tersebut.

Optimistis

Terlebih pada Pemilu 2014, Tiyono memperoleh sekitar 3.000 suara. “Harapan kami tentu Pak Tiyono dapat menambah suara PDIP di dapil ini,” kata salah satu caleg PDIP dari dapil IV, Ribut Budi Santoso.

Sementara itu, bagi Gerindra, posisi Tiyono akan digantikan oleh caleg lain yang diharapkan mampu meraup suara yang pernah diperoleh Tiyono.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Boyolali Rohmat Junaidi mengatakan pihaknya optimistis masih mempertahankan satu kursi di dapil tersebut.

“Soal pindahnya Pak Tiyono ke PDIP, untuk keanggotaan di DPRD sudah digantikan Purwanto. Sedangkan untuk menghadapi Pemilu Legislatif, di sana semua caleg kami gadang untuk memperoleh suara maksimal,” ujarnya.

1 Kursi

Salah satu petahana asal Partai Golkar, Agus Ali Rosidi, mengatakan masing-masing partai butuh energi lebih untuk memperebutkan empat kursi tersebut.

Bahkan Agus menyebut dapil IV ini dengan dapil neraka. “Maksudnya dapil neraka ini, partai dan celeg benar-benar harus bersaing untuk mempertahankan suara mereka sekaligus merebut empat kursi yang masih tersisa,” ujar Agus Ali, saat berbincang dengan Solopos.com,  di Gedung DPRD Boyolali, Kamis (21/3/2013).

Disinggung mengenai suara partainya, dia optimistis Partai Golkar setidaknya bisa mempertahankan satu kursi di dapil tersebut.