Air Pamsimas Kadilajo Klaten Mendadak Macet Seusai Pilkades

Warga menunjukkan rumah pompa Pamsimas di Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Senin (25/3/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
25 Maret 2019 17:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Aliran air dari program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) di Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Klaten, selama hampir dua pekan macet.

Macetnya aliran tersebut diduga lantaran pipa paralon utama dari sumber mata air dirusak. Informasi yang dihimpun Solopos.com, rusaknya pipa terjadi sejak Rabu (13/3/2019) pascapenghitungan suara pemilihan kepala desa (pilkades).

Air pamsimas berasal dari salah satu sumber mata air di Dukuh Kalikajar. Air dimanfaatkan sekitar 380 keluarga di Tegalrejo, Plosorejo, Karangri, Jatirejo, Jelok, dan Margorejo.

Kepala Dusun (Kadus) 1 Desa Kadilajo, Suparja, mengatakan aliran air macet sejak Rabu sore. “Kami awalnya tidak tahu kemudian mendapatkan laporan aliran air dari pamsimas mati sejak menjelang magrib,” jelas dia saat ditemui di kantor Desa Kadilajo, Senin (25/3/2019).

Dari laporan tersebut, pemerintah desa setempat bersama tokoh masyarakat dan Babinsa lantas menelusuri penyebab aliran air macet. Penelusuran dilakukan selama beberapa hari dan mendapati di empat lokasi paralon pecah dan disinyalir lantaran unsur kesengajaan.

Dugaan pipa paralon dirusak diperkuat adanya batu di sekitar paralon yang rusak itu. “Memang pipa paralon mudah pecah. Posisi pipa di pinggir kali dan terlihat,” ungkapnya.

Pipa paralon yang pecah sudah diperbaiki. Namun, debit air yang keluar dari pamsimas masih kecil. Setelah ditelusuri kembali, aliran air dari sumber mata air ke paralon tertutup pelepah pisang.

“Kami sempat memotong-motong pipa saluran untuk mencari penyebab aliran masih kecil. Ternyata ada pelepah pisang yang menutup aliran air dari hulu ke paralon,” katanya.

Suparja menjelaskan air sempat mengalir sekitar 24 jam. Namun, aliran air kembali macet. Setelah ditelusuri kembali, salah satu keran untuk mengatur aliran air dari sumber mata air tertutup.

“Ada yang iseng menutup keran karena memang tidak digembok. Hari ini [Senin, 25/3/2019] kami perbaiki rumah kerannya kemudian dilengkapi gembok. Air sudah mengalir kembali,” ungkapnya.

Selama aliran air macet, warga memanfaatkan air dari sumur di rumah mereka. Namun, tak semua air sumur warga berkualitas bagus. “Kalau yang di rumah tidak memiliki pompa air, akhirnya membeli air galon,” urai dia.

Soal penyebab pipa Pamsimas dirusak, Suparja enggan menelusuri lebih jauh. Ia menegaskan pemerintah desa setempat berusaha mencegah agar pipa tak lagi rusak. Beredar kabar pipa paralon dirusak lantaran ada pendukung salah satu calon kepala desa (cakades) yang kecewa dengan hasil Pilkades.

“Kami tidak ingin mengungkit-ungkit permasalahan yang justru memperkeruh suasana. Kami mencoba menetralisir suasana bersama Babinsa dan tokoh masyarakat. Kami juga sosialisasi ke warga untuk ikut menjaga kelestarian air dengan harapan tidak ada kerusakan kembali,” urai dia.

Kepala Desa Kadilajo, Suradi, mengatakan setelah diperbaiki, sekitar tiga hari lalu air Pamsimas ke sambungan rumah tangga sempat mengalir sempurna selama 24 jam. Namun, aliran air kembali mati termasuk ke rumahnya.

“Tadi [Senin] pagi sempat diperbaiki dan mengalir sempurna. Namun, aliran air mati lagi. Selama air Pamsimas mati, kami memanfaatkan air sumur. Tetapi, kadar zat besi air sumur tinggi. Saya sendiri juga memanfaatkan air hujan,” urai dia.

Suradi merupakan salah satu dari tiga cakades saat Pilkades Kadilajo 2019. Namun, perolahan suaranya kalah dibanding dua cakades lainnya.

“Saya sudah legawa dan menerima hasil pilkades. Soal kerusakan pipa paralon, kami terus berikan pengertian ke warga agar ikut menjaga saluran air karena untuk kepentingan orang banyak,” ungkapnya.

Ketua BPD Kadilajo, Sutarjo, juga menjelaskan selama ini sudah menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk sosialisasi ke warga agar kerusakan pipa tak terulang. “Kami ajak semua elemen Desa Kadilajo untuk bersatu,” urai dia.