Penerima Bantuan PKH Solo Ada Yang Dapat Rp9,6 Juta, Ini Permintaan Wali Kota

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau proses pengambilan uang dalam bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dalam kunjungannya di Asrama Haji Donohudan, Jumat (1/2/2019). (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
26 Maret 2019 13:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat bisa mendapatkan bantuan yang nilainya jutaan rupiah. Bahkan penerima PKH di Solo ada yang mendapat Rp9,6 juta setahun.

Data yang diperoleh Solopos.com di Solo ada ribuan KPM PKH dengan nilai bantuan bervariasi antar-KPM. Nilai bantuan PKH dihitung berdasarkan sejumlah komponen meliputi anak usia dini Rp2,4 juta, siswa SD Rp900.000, SMP Rp1,5 juta, SMA Rp 2 juta, penyandang disabilitas dan lansia masing-masing Rp 2,4 juta.

“Setiap KPM menerima flat Rp550.000 kemudian ditambah komponen-komponen itu, maksimalnya empat komponen. Ada KMP yang sekali dapat Rp9,6 juta,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo, Rohana, kepada wartawan seusai sosialisasi program PKH di Pendapi Gede Solo, Senin (25/3/2019).

Sosialisasi itu menyasar keluarga yang menerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dengan nilai lebih dari Rp4,5 juta. Penerima bantuan di atas Rp4,5 juta yang memperoleh tiga komponen sebanyak 2.709 keluarga.

Bantuan sosial itu dicairkan setiap tiga bulan yakni Januari, April, Juli, dan Oktober. Anggaran dari pemerintah pusat terus ditingkatkan. Tahun ini, dana PKH untuk Kota Solo mencapai Rp32,6 triliun dari tahun sebelumnya Rp19,3 triliun.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, meminta penerima bansos menyisihkan Rp1 juta dari total bantuan PKH yang diterima untuk membentuk koperasi yang bermanfaat untuk simpanan jangka panjang. Dia tak ingin masyarakat penerima bantuan kelimpungan setelah program yang berjalan sejak 2007 ini dihentikan.

“Saya minta dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ada yang mendapatkan Rp9,6 juta. Jika disisihkan Rp1 juta saja untuk koperasi itu jadi Rp15 miliar [dari seluruh penerima]. Per kelompok bisa belanja kebutuhan pokok dengan harga murah di koperasi itu. Kalau hanya mendapat bantuan lalu dihabiskan ya habis,” katanya.