Sidang Senat Tetapkan Jamal Wiwoho Jadi Rektor UNS Solo

Tiga calon rektor UNS Solo, Sutarno (kiri), Jamal Wiwoho (tengah), dan Widodo Muktiyo, berjabat tangan setelah melakukan musyawarah di Ruang Rapat Senat UNS, Kamis (14/2 - 2019). (Istimewa)
26 Maret 2019 17:45 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sidang Senat tertutup menetapkan Jamal Wiwoho menjadi Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo periode 2019-2023. Sidang senat tertutup berlangsung di ruang sidang II gedung Rektorat UNS, Selasa (26/3/2019).

Sidang senat tertutup pemilihan rektor dihadiri 127 anggota senat UNS dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang diwakili Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Hari Purwanto.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UNS Solo, Sahid Teguh Widodo, mengatakan pemilihan rektor dilaksanakan dengan mekanisme musyawarah mufakat. Tiga calon rektor UNS, yakni Jamal Wiwoho, Sutarno, dan Widodo Muktiyo.

Dua nama yang disebut terakhir bersepakat melalui musyawarah menunjuk Jamal Wiwoho sebagai calon tunggal Rektor UNS periode 2019-2023. Tahapan selanjutnya setelah rapat senat tertutup adalah penetapan dan pelantikan.

“Musyawarah mufakat yang dilakukan oleh UNS dalam prosesi pemilihan rektor tersebut memperoleh apresiasi yang luar biasa dari Menristekdikti. Rapat senat tertutup itu hanya mengesahkan Jamal Wiwoho sebagai rektor UNS,” ujar Sahid saat ditemui Solopos.com di Gedung Rektorat UNS, Selasa.

Staff Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristekdikti, Hari Purwanto, menilai prosesi pemilihan rektor di UNS berjalan lancar mulai tahap penjaringan hingga sekarang ini.

Menurut dia, banyak perguruan tinggi negeri lain yang dalam proses transisi kepemimpinan berakhir dengan kericuhan internal kampus. Ada pula yang prosesnya harus sampai ke ranah hukum karena dipenuhi nuansa kepentingan pragmatis.

"Mereka lupa sesungguhnya sebagai civitas akademik, jabatan pemimpin perguruan tinggi hanyalah tugas tambahan. Semoga ini bisa dicontoh oleh kampus lain yang mengutamakan musyawarah dan mufakat. Saya harap UNS terus berkembang dan cita-citanya untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum [PTNBH] segera tercapai,” ujarnya.

Rektor UNS, Ravik Karsidi, mengatakan kemenangan Jamal adalah kemenangan bersama, upaya yang telah dilakukan demi kepentingan UNS.

“Itu semua demi yang terbaik bagi UNS. Saya tidak ingin hanya karena masalah politik pemilihan rektor baru UNS jadi ada bermusuhan. Tujuan kami hanya satu, membuat UNS menjadi yang lebih baik lagi," jelas Ravik.

Setelah pemilihan rektor selesai, Ravik berharap pemilihan pejabat di bawahnya seperti Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, dan sebagainya juga bisa berjalan lancar setelah pada 13 April nanti.

Sementara itu, Jamal Wiwoho, mengatakan visi dan misinya lebih menekankan pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdasarkan literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Jamal akan berusaha membuat UNS menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum [PTN BH] yang terbaik. ”Saya akan meningkatkan mutu pendidikan, transparansi keuangan, sarana dan prasarana, kesetaraan dan kesejahteraan bagi semua mahasiswa, termasuk mahasiswa difabel,” ujarnya.

Jamal akan memilih orang-orang terbaik UNS untuk menduduki jabatan yang sesuai. ”Nantinya [semua] demi kemajuan UNS. [Akan dipilih] bila ada putra-putri yang tepat menduduki jabatan tersebut. Semua demi kebaikan dan kemajuan UNS,” ujarnya.