Pasangan Mesum Di Skybridge Tirtonadi Solo Diduga Tak Tahu Ada CCTV

Warga melintasi skybride yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan-Terminal Tirtonadi di Gilingan, Banjarsari, Solo, Jumat (18/1 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
26 Maret 2019 20:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pengamanan di Skybridge Terminal Tirtonadi Solo bakal diperketat. Hal itu menyusul adanya sepasang laki-laki dan perempuan yang tertangkap kamera pengawas (CCTV) berbuat mesum di jembatan tersebut, Sabtu (23/3/2019) lalu.

Pasangan itu diduga tidak menyadari Skybridge telah dilengkapi dua kamera pengawas. Pengelola Terminal Tirtonadi akan meningkatkan keamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, saat ditemui Solopos.com di Skybridge Terminal Tirtonadi, Selasa (26/3/2019) sore, mengaku menyayangkan dibukanya skybridge untuk masyarakat umum justru disalahgunakan untuk berbuat yang tidak pantas.

Ia menegaskan akan menambah intensitas pengamanan skybridge sepanjang 470 meter itu. Dalam video yang beredar di media sosial, sepasang laki-laki dan perempuan itu berjalan menuju arah terminal.

Sekitar 200 meter dari pos penjagaan, pasangan yang diduga kekasih itu lantas duduk di salah satu kursi dengan posisi perempuan di pangkuan si lelaki dengan pose seperti sedang berciuman. Tidak terlihat ada orang lain yang melintas saat perbuatan itu dilakukan.

“Satu kamera pengawas segera dipasang di ujung skybridge terminal. Pengamanan kami telah maksimal yang terbagi dalam tiga sif dan berpatroli menggunakan sepeda yang kami lakukan. Setiap lima menit sekali atau bahkan kurang dari itu petugas keamanan akan menyusuri skybridge. Semoga ini menjadi peringatan kepada yang lain juga,” ujarnya.

Ia menambahkan perbuatan mesum itu dilakukan saat skybridge sedang sepi. Pelaku juga tidak menyadari skybridge telah dilengkapi dengan dua kamera pengawas. Ia berencana menambah jumlah kamera pengawas sebelum Lebaran dengan memasang beberapa layar monitor.

Pemasangan layar itu sebagai upaya untuk menunjukkan skybridge dilengkapi kamera pengawas sehingga warga yang melintas tetap merasa aman dan tidak melakukan perbuatan negatif di skybridge.

Selain itu, tulisan imbauan-imbauan tata tertib akan segera dipasangan dilengkapi dengan pengeras suara sehingga petugas keamanan yang memantau monitor dapat memberikan imbauan hingga teguran langsung melalui pengeras suara itu.

Ia juga berencana membuat nomor darurat yang ditempelkan di berbagai sudut skybrigde apabila warga yang melintas memerlukan bantuan petugas keamanan. Dua sepeda listrik yang digunakan untuk berpatroli petugas keamanan kini boleh digunakan para calon penumpang apabila capek berjalan.

“Mengingat banyak lansia yang melintas di skybridge kami juga kasihan sehingga apabila diperlukan petugas patroli siap mengantarkan menggunakan sepeda listrik milik petugas,” ujarnya.