3 Negara Ini Jadi Tujuan Primadona TKI Sukoharjo 

Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). (Solopos/Dok)
26 Maret 2019 14:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tiga negara menjadi primadona bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sukoharjo yang ingin mengadu nasib di luar negeri. Tiga negara itu adalah Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.

Merujuk data 2018, terdapat 224 warga Sukoharjo yang mengadu nasib di tiga negara itu. Para TKI tersebut diberangkatkan setelah  melalui serangkaian proses sesuai syarat seperti paspor, cek kesehatan, dan pelatihan. 

"Ada yang bekerja kontrak di pabrik, mengurus rumah, dan lain sebagainya," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan, Selasa (26/3/2019).

Dia mengatakan Korea Selatan menjadi salah satu negara incaran para calon TKI asal Sukoharjo yang mengadu nasib di luar negeri. Selain gaji yang dijanjikan cukup menggiurkan, sistem kerja di negara ginseng tersebut tidak memberatkan. 

Selain Korea Selatan beberapa negara lain juga masih menjadi primadona bagi TKI Sukoharjo seperti Malaysia dan Jepang. "TKI Sukoharjo banyak yang mulai tertarik kerja di Korea Selatan. Di sana gaji bisa mencapai Rp20 juta per bulan," katanya.

Para TKI asal Sukoharjo bekerja di sejumlah negara tujuan pada berbagai bidang industri. Mereka dikirim bekerja melalui lembaga penyalur tenaga kerja resmi yang ditunjuk pemerintah. Izin tersebut wajib dimiliki lembaga penyalur sebagai bagian pemenuhan syarat sekaligus jaminan terhadap TKI. 

Dengan demikian TKI mendapatkan kejelasan status negara tujuan dan tempat bekerja. "Animo warga Sukoharjo bekerja menjadi TKI menunjukkan kenaikan. Sudah cukup banyak TKI Sukoharjo dikirim ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan," katanya.

Dia mengatakan warga asal Sukoharjo yang berangkat kerja ke luar negeri menjadi TKI didominasi generasi muda usia 25-35 tahun. Selama bekerja para TKI mendapatkan surat kontrak kerja setiap satu tahun sekali dengan opsi perpanjangan apabila masih dibutuhkan sesuai tempat asal industri. 

Namun bila tidak mendapat perpanjangan kontrak mereka wajib pulang ke daerah asal untuk menghindari masalah. Meski pekerjaan menjadi TKI diminati, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo masih mencatat tingginya angka keterserapan dan minat warga Sukoharjo bekerja di daerah sendiri. 

Hal itu terjadi karena besarnya peluang diterima kerja dan banyaknya lowongan kerja di Sukoharjo. Lowongan kerja juga ada di daerah lain dengan berbagai bidang pekerjaan.

Paling banyak lowongan kerja tersedia di Sukoharjo yakni di bidang tekstil mencapai 20.000-50.000 orang. Besarnya lowongan kerja terjadi karena banyaknya industri yang membuka usaha di beberapa wilayah Sukoharjo. 

"Apalagi sekarang sudah ada Kawasan Industri Nguter di Sukoharjo karena banyak industri berdiri di sana dan membuka banyak lowongan kerja," lanjutnya.