Pemkot Solo Butuh Rp25 Miliar Bangun Pasar Mebel Yang Terbakar 2014

Kondisi Pasar Mebel di Nusukan, Banjarsari, Solo, seusai terbakar pada 2014 lalu. (Solopos - Dok)
27 Maret 2019 10:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengajukan bantuan anggaran untuk pembangunan kembali Pasar Mebel yang pernah terbakar pada 2014 lalu ke Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Pemkot Solo membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk pembangunan pasar tersebut. Ditemui di Balai Kota, Senin (25/3/2019), Rudy mengatakan pasar yang berlokasi di Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, itu bakal dibangun dua lantai.

Lantai pertama untuk proses produksi, sementara lantai dua sebagai ruang pameran atau showroom. “Kami ajukan untuk 2020, belum tahu akan disetujui Pak Gubernur atau tidak, karena perbaikan pascakebakaran dulu itu enggak bisa dibilang bangunan baru karena tambal sulam. Kalau dibangun baru artinya dirobohkan semua bangunan yang lama,” kata dia.

Pembangunan pasar mebel itu telah mengemuka sejak 2016 lalu. Kendati begitu, anggaran daerah yang terbatas menjadi kendala.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagiyo, mengatakan pembangunan Pasar Mebel butuh Rp25 miliar lantaran memakai bahan kontruksi antiapi. “Kusen, tembok, belandar, semuanya menggunakan bahan antiapi seperti besi dan baja ringan,” jelasnya dihubungi Solopos.com, Senin.

Sementara tata ruang pasar di sebelah timur dan barat bakal dibuat pagar transparan dengan bagian muka yang mengadap jalan.

“Ada jalur evakuasi serta ruang untuk bongkar muat barang, di antara kios ada lorong yang bisa digunakan untuk mobil berputar. Harapannya, pedagang tidak memajang koleksinya di luar kios sampai meluber ke jalan. Kalau kiosnya tidak muat bisa disimpan di rumah saja,” ungkap Subagiyo.